Soal Bansos Anak Yatim Kota Tangerang 2021, Niatnya Baik, Tapi Hasilnya?

Soal Bansos Anak Yatim Kota Tangerang 2021, Niatnya Baik, Tapi Hasilnya?
Ilustrasi Tilik Si Kibo

NONSTOPNEWS.ID - Niatan baik nan mulia Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Sosial (Dinsos) pada tahun 2021 kepada anak yatim kurang mampu, diwujudkan dalam program kegiatan Bantuan Sosial (Bansos) berupa bantuan permakanan bagi anak yatim, yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar 1,6 miliar rupaih lebih.

Kegaiatan baik nan mulia itu, oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Banten dianggap tidak optimal. Sebagaimana dicatat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan Pemkot Tangerang tahun 2021 yang disampaikan pada 24 Mei 2022.

Bagi orang awam, aneh jadinya kegiatan yang sangat baik dan mulia itu bukannya mendapat apresiasi, malah justru jadi bahan temuan oleh lembaga audit milik Pemerintah. Meski, BPK tidak mencatat adanya pengembalian uang negara akibat dari ketidak optimalkan kegiatan itu.

Janggal jadinya, kegiatan serupa dengan santunan anak yatim, loh kok bisa-bisanya tidak optimal di mata BPK. Padahal, uangnya kan dari APBD, bukan uang pribadi dari kantong para pejabat Pemkot Tangerang.

Karikatur: Bansos Kota Tangerang TA 2021, LHP BPK Provinsi Banten Belum Optimal

Entahlah! Entah apa yang dipikirkan oleh auditor BPK. Pastinya di pikiran para penerima hanyalah kata “Terimakasih” karena sudah diberikan bantuan.

Meski mereka tak pernah tahu, bantuan apa yang diterima? Seperti apa bantuan itu? Berapa kali bantuan itu? Dan apa saja isi bantuannya?

Sayangnya, meski tengah menjadi sorotan dari dari sejumlah pihak, Pemkot dan Dinsos Kota Tangerang terkesan lebih memilih untuk diam, mungkin karena berpegang pada kata pepatah bahwa “Diam itu adalah emas” atau mungkin saja, mereka hanya tidak ingin dibilang ria serta pamer.

Mudah-mudahan, dan semoga saja, pihak Aparat Penegak Hukum (APH) khususnya Kejaksaan, tidak mencium adanya hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian negara dari ketidak optimalan itu.

Namun setidaknya, ada pelajaran berharga yang dapat diambil dari peristiwa tersebut. Bahwa niat baik haruslah dilaksanakan dengan baik dari hulu hingga ke hilir.

Dan sekedar masukan untuk Pemkot Tangerang, sebaiknya jika ingin membantu atau memberi makan anak yatim, baiknya jangan menggunakan uang dari APBD. Karena penggunaan uang APBD pastinya diaudit oleh BPK. Supaya, nantinya kalau ada hal yang kurang sesuai tidak jadi temuan, lalu disebut tidak optimal lagi.

Hmm…Dengan segala potensi yang ada di Kota Tangerang, seharusnya banyak pihak yang bisa diajak kolaborasi untuk turut berpartisipasi dalam kebaikan dan kemuliaan. (Kibo)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS