PTM 100 %, Wagub Banten Andika Azrumy dan Walikota Benyamin Davnie Tinjau SMAN 2 Tangsel

PTM 100 %, Wagub Banten Andika Azrumy dan Walikota Benyamin Davnie Tinjau SMAN 2 Tangsel
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy bersama Walikota Tangsel Benyamin Davnie dan Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan saat melakukan peninjauan persiapan PTM

NONSTOPNEWS.ID - Dalam rangka persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh, atau 100 persen, Wakil Gubernur Provinsi Banten Andika Azrumy, Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie dan Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan, tinjau beberapa sekolah di Tangsel, diantaranya SMA Negeri dua (2) yang berada di Jalan Raya Puspitek, Setu, Selasa 04/01/2021.

Menurut Andika pertemuan pembelajaran tatap muka secara penuh 100 persen mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 (empat) menteri dan segera di sosialisasikan.  

"Terkait pertemuan pembelajaran 100 persen, nanti besok Kadis pendidikan kan sudah ada keputusan SKB mentrinya besok di sosialisasikan kepada kepala sekolah khusus tingkat SMA dan SMK , secara teknis kita juga tetap hati-hati dalam proses pembelajaran tatap muka ini yah,  hati hati itu dalam kaitannya tadi  pelaksanaannya harus baik melihat situasi dan kondisi yg ada di wilayah kabupaten atau kota di Provinsi Banten,' terangnya. 

Andika menambahkan Pemerintah Provinsi Banten untuk penerapan pembelaj aran secara penuh 100 persen menurutnya harus sesuai dengan intruksi pemerintah pusat dan berdasarkan evaluasi suatu daerah. 

"Kita pemerintah provinsi banten sesuai dengan SKB mentri jadi tidak bisa gegabah membuat kebijakan tatap muka tingkat SMA dan SMK tapi prosesnya kan selama ini sudah berjalan dengan baik tentu ada evaluasi kita pertahankan  apabila kondisi konteks covidnya melandai kemungkinan besar kita kembalikan ke kondisi normal kapasitas 100 persen," ujarnya. 

Andika melanjutkan kunjungannya di sekolah tersebut sebagai bentuk , melihat sejauh mana  persiapan sekolah dalam pertemuan pembelajaran secara penuh. 

"Kondisinya bahwa disini  masih menerapkan, tadi 50 persen, 50 persen, siswa- siswi yang masuk dikelas 50 persen, tadi  juga di ingatkan tetap menjaga stabilitas kondisi dalam konteks  protokoler kesehatan yang ada, supaya
nanti kita harapkan kedepan bisa kembali Normal menjadi 100 persen, intinya tadi melihat situasi kondisi yang ada yang selama ini sudah berjalan termasuk saya tanya sama kepala sekolahnya apa saja kendalanya masalahnya sampai saat ini almahmdulillah dalam hal ini tidak ada masalah," paparnya. 

Ditempat yang sama wakil walikota Tangsel juga mengatakan berdasarkan kunjungan di sekolah tersebut, menurutnya sudah berjalan dengan baik dalam penerapan protokol kesehatan. 

"Alhamdulilah kalau melihat dari SOPnya sudah diterapkan sebagaimana mestinya, protokol kesehatannya di jaga kemudian kita lihat 50 persen pagi 50 persen siang itu sesuai dengan standar standar yang kita kembangkan di Tangsel, kita menjaga ajah supaya tidak ada penularan di sekolah sekolah kita lbh menjaga itu," ungkapnya.

Sementara kepala sekolah SMAN 2 Tangsel Abu Yazid menjelaskan pembelajaran di sekolahnya saat ini berjalan dengan memberlakukan proses belajar siswanya yaitu, 50 persen 50 persen. 

"Kita terapkan 50 persen - 50 persen, artinya dalam satu waktu bisa  menyediakan atau belajar pada saat itu juga siswa dalam belajar tidak terpisahkan tidak menggunakan shift. Jadi 50 persen di rumah 50 persen di sekolah, dengan berbarengan proses belajarnya yah," jelasnya.

Abu menambahkan selama pandemi siswa siswi SMAN 2 Tangsel, tidak ada yang terjangkit, Ia menekankan bahwa seluruh siswa dan siswi di lingkungan sekolah SMAN 2 Tangsel telah di vaksin.

"Alhamdulillah tidak ada yang terkena covid kita sudah vaksin 80 persen untuk siswa, dan 99 persen untuk guru dan tenaga pendidikan, tadi saran juga dari Wagub tingkatkan kebersihan dan juga alhamdulillah  sekolah ini bersih dan terawat dan kata beliau tamanya mohon dipertahankan dan prestasinya juga mohon dipertahankan," tandasnya.

Terkait pelaksanan pembelajaran secara penuh, Abu mengatakan dirinya masih menunggu intruksi dinas pendidikan povinsi banten. 

"Sekolah jam 08 sampai 12,  kita ikuti peraturan SKB mentri , nanti tinggal menunggu turunan dari provinsi untuk pelaksanaanya," pungkasnya./h3n