Tangsel Terapkan PPKM Lanjutan Hingga 13 September, Walikota : Tidak Ada yang Berubah Soal Aturan

Tangsel Terapkan PPKM Lanjutan Hingga 13 September, Walikota : Tidak Ada yang Berubah Soal Aturan (Istimewa)

NONSTOPNEWS.ID – Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kembali dilanjutkan di wilayah Tangerang Selatan dan masih dengan status level 3. Melalui surat Edaran Nomor 443/3126/Huk tentang PPKM Level 3 Covid-19.

Walikota Tangsel Benyamin Davine mempertegas bahwa tidak ada aturan yang berubah selama penerapan PPKM dan pemberlakuan PPKM diperpanjang tersebut hingga 13 September 2021 mndatang.

"PPKM Level 3 diperpanjang dari 7 September 2021 hingga 13 September 2021.Tidak ada yang berubah dengan aturan yang ada, semua masih sama dengan sebelumnya," ungkapnya.

Untuk diketahui, kebijakan aturan masih sama dengan yang sebelumnya, dimana untuk sektor non esensial masih harus menerapkan Work From Home (WFH) kecuali asuransi, bank, pegadaian, bursa berjangka, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan atau yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan, diberlakukan 50 persen.

Begitu pula dengan pasar modal, teknologi informasi dan komunikasi yang meliputi operator seluler, data center, internet, pos, media terkait dengan penyebaran informasi kepada masyarakat, serta perhotelan non penanganan karantina, diberlakukan 50 persen.

"Sektor esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya, diberlakukan 50 persen maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat," katanya.

Sedangkan pelaksanaan resepsi pernikahan dan resepsi khitanan dapat diselenggarakan setelah mendapatkan rekomendasi dari Satgas COVID-19 Tingkat Kecamatan dan ijin keramaian dari Kepolisian setempat, dengan pembatasan undangan paling banyak 20 (dua puluh) undangan dan tidak makan di tempat (dine in) dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Benyamin menambahkan untuk PPKM level tiga ini, dirinya memiliki keyakinan penerapan level akan turun. Hal tersebut didasari jumlah yang terkonfirmasi positif Kota Tangsel terus turun. Dimana sekarang hanya 34 kasus, yang dirawat di RLC tinggal sekitar 25 orang.

Dengan penurunan level yang diharapkan, maka ada beberapa kelonggaran lain yang dilakukan. Salah satunya adalah sektor ekonomi. Dimana akselerasi recovery ekonominya, terutama pada sektor kuliner level bawah harus dilakukan.

”Artinya misalnya kapasitas makan di tempatnya bisa lebih banyak lagi. Di warteg dan lain sebagainya itu bisa lebih banyak lagi dengan tetap prokes yang ketat,” ujarnya.

Kemudian jika level menurun, maka pemerintah akan melakukan peninjauan terhadap kebijakan pembukaan beberapa tempat wisata. Misalnya wisata air, olahraga air, kemudian olahraga di ruang tertutup. (ADV)