Tangerang Darurat Cyber Crime, Puluhan Laptop WNA Disita Imigrasi Bandara Soetta

Tangerang Darurat Cyber Crime, Puluhan Laptop WNA Disita Imigrasi Bandara Soetta (Dok. Penamerdeka.com/Merdeka Nonstop Grup)

NONSTOPNEWS.ID - Sebanyak 22 laptop disita petugas Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta dari 53 warga negara asing (WNA) lantaran diduga terlibat kejahatan siber (cyber crime) di Indonesia yang terjaring dalam operasi pada Kamis (2/8/2019) kemarin.

M. Tarmin Satiawan, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soetta mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap WNA yang diamankan tersebut.

“Apakah nanti mengarah ke cyber crime nanti kita cek. Kalau ada indikasi, kita kerjasama dengan Polisi. Kita masih dalam pendalaman,” kata Tarmin di Bandara Soetta, Tangerang, Jumat (2/8/2019).

Apabila ke-53 WNA hanya melakukan pelanggaran keimigrasian maka akan dipulangkan ke negara asalnya atau dideportasi dan dilarang masuk ke wilayah Indonesia (blacklist).

“Nanti jika terbukti dari WNA ini bakal dikenakan sanksi paling rendah adalah dideportasi dan juga di-blacklis,” tandas Tarmin.

Sementara itu, Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soetta, Abrian Stumorang menambahkan, WNA itu ditahan di ruang khusus tahanan keimigrasian (Detensi).

“Ke 53 WNA saat ini berada di Ruang Detensi Imigrasi Soekarno-Hatta untuk menjalankan pemeriksaan lanjut sesuai dengan aturan yang berlaku,” tambah Abrian.

Diketahui, 53 WNA yang terdiri dari 40 orang WN Nigeria, 2 orang WN India, 4 orang WN Togo dan 7 orang WN Ghana diamankan Timpora.

Diamankan di Apartemen City Park dan Apartemen Green Park View Rabu (1/8) kemarin, ke-53 WNA tersebut diamankan lantaran diduga melakuan pelanggan imigrasi. (pm/red)