Sekda Kabupaten Tangerang Monitoring Prokes di Tempat Wisata : Jika Terjadi Pelanggran, Tutup!

Sekda Kabupaten Tangerang Monitoring Prokes di Tempat Wisata : Jika Terjadi Pelanggran, Tutup!
Sekda Kabupaten Tangerang Monitoring Prokes di Tempat Wisata : Jika Terjadi Pelanggran, Tutup!
(Istimewa)

NONSTOPNEWS.ID - Sebanyak 20 titik pusat wisata di Kabupaten Tangerang ditinjau oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyid. Maesyal bahkan menekankan jika prokes tidak diterapkan makanakan diberikan sanksi hingga penutupan.  

Tempat pertama yang dikunjungi Sekda yaitu Mall Ciputra yang bertempat di Kecamatan Panongan, sesampainya disana sekda langsung meninjau tempat perbelanjaan, tempat permainan anak, dan tempat rumah makan pasca libur lebaran.

"Ini tinjau Mall Ciputra, wahana permainan anak Wonder of Word Citraraya, hingga bioskop, jika ada pelanggaran kita sangsi hingga penutupan lokasi," tutur Sekda Saat meninjau Mall Ciputra. Kamis, 13/05/2021.

"Perintah Pak Bupati, kita memonitor tempat wisata saat libur lebaran tim mengecek sejauh mana protokol kesehatan diterapkan," sambungnya.

Lanjut sekda,  sebanyak 20 titik yang berpotensi menjadi destinasi wisata saat libur lebaran, sudah diantisipsi dengan membentuk tim agar tempat tersebut jangan sampai menjadi potensi penyebaran covid-19.

"Langkah ini merupakan upaya Pemkab Tangerang untuk mengantisipasi cluster baru penyebaran Covid-19, semua dikerahkan mulai dari Kepala dinas, Camat, Sekdis, Kabid hingga jajaran ASN lainya," ungkap Sekda.

Sekda pun menjelaskan data Covid-19 saat ini  masih terkendali, mulai dari penanganan pasien OTG Covid-19, tingkat kesembuhan hingga ketersediaan ruang perawatan di rumah sakit umum maupun swasta.

Sementara Viktor Irawan General manajer mall ciputra Mall Ciputra menambahkan untuk saat ini belum ada lonjakan pengunjung masih terkendali karena masih suasana Idul Fitri hari pertama, di Mall Ciputra sendiri masih mengikuti anjuran Pemerintah Kabupaten Tangerang memberlakukan 50% kapasitas pengunjung dan penerapan protokol kesehatan.

"Kita berlakukan protokol kesehatan, dan pengunjung pun hanya 50% kapasitas jika sudah memenuhi kita tutup bergantian agar terkendali dan tidak berkerumun," terangnya. (Red)