Sebelum Pecat Kadernya di Tangsel, Bu Mega Harusnya Dengerin Dulu Nih Suara Hati ‘Wong Cilik’ Pondok Aren

Sebelum Pecat Kadernya di Tangsel, Bu Mega Harusnya Dengerin Dulu Nih Suara Hati ‘Wong Cilik’ Pondok Aren ()

NONSTOPNEWS.ID - Beberapa warga Kecamatan Pondok Aren, yang sempat ditemui, menyayangkan atas pemecatan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dari PDIP, dimana pemecatan itu berbuntut Pergantian Antar Waktu (PAW) kursi anggota legislatif. 

Diketahui anggota DPRD Kota Tangsel yang dipecat dari partainya itu bernama Undang Kasi Ujar dari daerah pemilihan Pondok Aren.

Dia dipecat dari partainya yang identik dengan sebutan partai ‘Wong Cilik’ itu diduga berkaitan selisih suara pada Pileg 2019 lalu.

Asih, yang kesehariannya berjualan gado-gado di Kelurahan Pondok Pucung, Pondok Aren itu menyayangkan adanya pemecatan anggota dewan yang dia pilih itu.

"Ya jangan (dipecat). Dia itu orangnya baik, peduli ke semua orang," kata Asih, ditemui Kamis (17/6/2021).

Asih mengaku, pada saat Pileg 2019 dia memilih Undang bukan karena partainya tetapi karena sosok orangnya.

"Saya pilih Pak Undang, bukan partainya. Satu keluarga sampai mertua pilih Pak Undang," ungkapnya.

Bahkan, seorang pedagang nasi uduk, Asmad, protes mengenai wakilnya diparlemen Kota Tangsel dipecat dari PDIP.

Menurutnya, Undang memiliki peran dalam membesarkan nama PDIP di Pondok Aren, Kota Tangsel itu.

"Saya enggak setuju, kalau (dewan) yang saya dukung ini dipecat. Dia dari nama PDIP di sini masih kecil sampai sekarang besar dia dukung PDIP dari orangtuanya. Orangtuanya itu dukung dari jaman kibenen kalo kata orang betawi mah. Jadi jangan sampai dipecat," ungkapnya.

Sebagai pendukung, Asmad meminta agar pihak PDIP memberi penjelasan terbuka soal adanya pemecatan tersebut. Pasalnya, selama ini sosok Undang dikenal sangat baik di masyarakat.

"Minta dijelasin permasalahannya apa. Sebagai pendukung juga kita pengen tahu, kalau ada oknum yang main ya harus ditindak. Perjuangan dia ke masyarakat bagus, mau ada acara apapun dia hadir, bagi-bagi sembako juga," paparnya.

"Kita belain bang Undang nya, bukan partainya. Apapun partainya, kita bakal solid," tambahnya sambil menahan kesal.

Asmad pun meminta kepada Megawati selaku Ketua Umum Parta berlambang banteng itu untuk memberikan penjelasan dan meninjau kembali pemecatan tersebut.

"Permintaan saya ke Bu Mega harusnya dipertimbangkan dulu, bagaimana permasalahannya betul atau tidak, biar jelas. Jangan sampai ditunggangi oknum, malah Bang Undang yang dipecat," ungkap warga Kelurahan Perigi itu.

Konstituen lainnya pun ikut mendesak agar DPP PDIP memberi penjelasan soal pemecatan Undang Kasi Ujar tersebut. 

"Setahu saya, Undang itu tidak pernah korupsi, pemecatan partai yang memeberikan SK itu Bu Mega, tapi kesalahannya apa? Harus jelas. Saya mantan PAC 30 tahun di Pondok Aren. Tidak ada pemecatan kalau alasannya tidak jelas," tegasnya. (Kibo)