Ruko Dikosongkan Satpol PP, Pemkot Tangerang Bakal Dilaporkan ke Polda

Ruko Dikosongkan Satpol PP, Pemkot Tangerang Bakal Dilaporkan ke Polda
Ruko Dikosongkan Satpol PP, Pemkot Tangerang Bakal Dilaporkan ke Polda
(Hisyam/nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang melakukan pengosongan aset di Ruko Permata Cimone, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Kamis (14/11/2019).

Plt Sekretaris Satpol PP Kota Tangerang, Wawan Fauzi mengatakan, sebanyak 25 ruko yang dieksekusi adalah berdiri di lahan milik Pemkot Tangerang.

“Kita melakukan eksekusi pengosongan lahan ini sebagai bentuk pengamanan aset milik Pemkot Tangerang,” terang Wawan di lokasi.

Wawan menjelaskan, pengosongan ini merupakan hasil keputusan dari BPN Kanwil Provinsi Banten. Sebab, ada 25 Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang sudah habis masa berlakunya.

“Itu karena tidak dilakukan perpanjangan, makanya kita eksekusi karena memang secara prinsipnya juga hak penggunaan lahannya sudah kembali ke Pemkot Tangerang,” tuturnya.

“Secara prinsip memang sudah tak bisa diperpanjang. Maka karena ini lahan milik pemerintah dulunya memang bekerja sama dengan pengelolaanya. Saat ini telah jatuh lebih kurang 25 tahun dan sudah habis masa berlaku kerjasamanya. Saat ini juga aset ini kembali menjadi aset pemerintah,” imbuhnya.

Sementara, para penghuni Ruko Permata Cimone tidak menerima eksekusi pengosongan. Kuasa Hukum penghuni Ruko Permata Cimone, Zulyadain menilai eksekusi pengosongan ruko tersebut cacat hukum. Sebab tidak ada surat perintah dari pengadilan.

“Dan eksekusi cacat hukum ini tidak ada surat perintah pengadilan. Hanya ada surat perintah Dinas Pertanahan saja,” ujar Zulyadain dilokasi.

Namun, Zulyadain menegaskan akan mengambil jalur hukum atas pembatalan SHGB yang berujung eksekusi pengosongan oleh Satpol PP Kota Tangerang.

“Langkah selanjutnya kita mengajukan PTUN Serang, dan kita kemudian akan melaporkan ke Polda Metro Jaya,” tegasnya. (Pm/red)