Kusut PPDB Online, Rapat Bahas Zonasi Kepala Sekolah Se-Tangsel Dead Lock

Kusut  PPDB Online, Rapat Bahas Zonasi Kepala Sekolah Se-Tangsel Dead Lock ()

TANGSEL - Kusutnya PPDB Online tingkat SMP membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel pusing bukan kepalang. 

Selain didemo oleh ratusan wali murid, kabar pungutan senilai jutaan rupiah juga menyeruak yang melibatkan oknum Dindikbud.

Mengantisipasi keadaan tersebut, Sabtu malam (14/7/2018), kemarin pun diketahui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, menggelar rapat dengan kepala sekolah SMPN se-Kota Tangsel.

Dikonfirmasi, Kadindikbud Kota Tangsel, Taryono membenarkan perihal tersebut. Pembahasan yang akan digelar, terkait PPDB Online.

"Iya ada (Rapat bersama kepala sekolah se-Tangsel). Ini lagi break dulu, untuk salat," kata Taryono di Puspem Kota Tangsel, Jalan Maruga no. 1, Ciputat, Kota Tangsel, Sabtu (14/7/2018).

Beberapa saat rapat digelar, nampak beberapa kepala sekolah, keluar dari Gedung 3, Puspem Kota Tangsel. Terlihat mereka, membicarakan hasil rapat yang barusan digelar. 

Saat dikonfirmasi, salah seorang kepala sekolah menyatakan, rapat akan ditunda karena tidak menghasilkan keputusan.

"Dead lock mas. Intinya berbeda persepsi. Ya, terkait zonasi. Karena itu kan yang menjadi permasalahan di masyarakat," kata salah seorang kepala sekolah yang minta namanya tidak ditulis.

Di lokasi yang sama, Kepala Sekolah SMPN 17, Herman menyatakan, sistem zonasi baiknya di RT/RW terdekat dengan lokasi sekolah. Menurutnya, kelurahan dan kecamatan masih terlalu luas.

"Kalau saya, pengennya zonasi itu di tingkat RT saja. Kalau kelurahan dan kecamatan masih terlalu luas. Karena kalo kelurahan yang ngga ada sekolahan, pas dibangun sekolah, kan yang berdampak banyak itu, lingkungan sekitar, ya tingkat RT," kata Herman. (ak)