Pihak PT Pancaprima Ekabrothers Kleim Cicil THR Karena Terdampak Pandemi, Karyawan : Omong Kosong!

Pihak PT Pancaprima Ekabrothers Kleim Cicil THR Karena Terdampak Pandemi, Karyawan : Omong Kosong! (Ilustrasi/net)

NONSTOPNEWS.ID - Karyawan PT Pancaprima Ekabrothers kecewa lantaran pihak perusahaan berencana menyicil THR. Kasus tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Ketenega Kerjaan (Disnaker) Tangerang.

Salah seorang karyawan PT Pancaprima Ekabrothers berinisial T mengatakan alasan perusahaan mencicil THR karena terdampak pandemi Clcovid-19. Sehingga menyebabkan pendapatan menurun. Namun, T bersama karyawan lainnya tak terima dengan alasan tersebut. Pasalnya menurut dia, saat ini perusahaan itu tak terdampak pandemi covid-19.

“Itu omong kosong karena perusahaan tempat kami bekerja tidak mengalami dampak pandemi. Ekspor lancar, baik baik saja. Produksi malah bertambah karena produksi baju hazmat, masker semuanya di ekspor,” ujarnya, Jumat, (7/5/2021).

“Sedangkan tidak ada karyawan yang dirumahkan. Malah perusahaan melakukan rekrutmen besar-besaran, sampai sekarang pun masih menerima (karyawan),” tambah T.

Ia mengungkapkan, THR akan dicicil delapan kali. Informasi tersebut dia terima saat pihak Direksi PT Pancaprima Ekabrothers menyosialisasikan pencicilan pembayaran THR tersebut kepada karyawan pada Senin, (2/5/2021) lalu.

“Mereka sosialisasikan terkait cicil THR delapan kali kepada bagian produksi dan cutting. Mereka bacakan WhatsApp dari Bu Anne (Wakil Direktur Utama PT. Pancaprima Brothers),” katanya.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil perusahaan yang bergerak di bidang pengelolahan garmen tersebut tanpa adanya musyawarah dengan karyawan atau serikat pekerja. Sehingga, karyawan tidak terima dan langsung melaporkan ke Disnaker.

“Kami tidak pernah dilibatkan. Saat ini kami sudah mengadukan ke Disnaker, ke Kementerian Ketenagakerjaan dan beberapa instansi. Total ada delapan surat ,” katanya.

Informasi yang terbaru, kata T, pihak perusahan bakal mencicil THR menjadi delapan kali. Namun hal tersebut tetap tidak diterima oleh karyawan. Namun, informasi tersebut juga belum ada kesepakatan antara kedua belah pihak. (Red)