Pengusaha Galian Dipanggil Camat Curugbitung : Semoga Aturan Diterapkan

Pengusaha Galian Dipanggil Camat Curugbitung : Semoga Aturan Diterapkan (Istimewa)

NONSTOPNEWS.ID – Sejumlah pengusaha galian dan bentonix dipanggil Camat Curugbitung Endang Subrata, hal tersebut merupakan tindak lanjut dari adanya keluhan masyarakat. Pihak pemerintah berharap adanya musyawarah tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pihak pengusaha dapat menaati peraturan. Musyawarah dilakukan di Kantor Kecamatan Curugbitung Kabupaten Lebak, Banten, Jum’at (09/4/2021).

Endang Subrata S.STP, M.Si mengatakan, pihaknya memanggil seluruh para pengusaha galian tanah merah dan bentonix untuk duduk bersama membahas terkait keluhan masyarakat dan menegaskan ada tiga poin yang berhasil dikaji yakni perizinan, parker armada dan kendala saat hujan tiba.

“Ada tiga poin yang harus dilaksanakan untuk semua pengelola galian tanah merah dan bentonik, pertama masalah perijinan, kedua parkir armada. Armada, tidak boleh di bahu jalan,” ujar Camat Endang didampingi Dishub dan Satpol PP Lebak.

Ketiga, lanjut Camat, di kala hujan tida boleh loading, dan untuk diperbaiki adanya jalan desa yang dilintasi armada untuk bisa diperbaiki.

“Alhamdulilah sudah ada kesepakatan pada semua para pengusaha galian tanah merah dan bentonix yang ada di wilayah Kecamatan Curugbitung,” tuturnya.

Dijelaskan Camat, mereka (pengusaha galian-red) sepakat akan adanya aturan aturan yang sudah pihaknya berikan dengan hasil musyawarah dan disepakati bersama, baik itu dengan Kepala Desa, masyarakat, Karangtaruna, Sahati (Pemerhati Lingkungan).

“Semoga dengan adanya musyawarah kesepakatan hasil duduk bersama ini bisa diterapkan oleh pihak pengelola galian tanah diikuti oleh semua pengusaha demi kenyamanan masyarakat pengguna jalan,” tukasnya

Santi, salah seorang pengusaha galian tanah merah mengaku kebetulan lokasi galian tanahnya yang melintasi jalan poros desa tersebut, sebelumnya ia telah melakukan koordinasi dengan pihak Desa Cilayang dan telah membeli material makadam untuk mengurug lobang pada jalan poros tersebut.

“Kami sebelumnya sudah koordinasi dengan pemerintah desa, dan kamipun sudah memperbaiki jalan tersebut dengan membeli makadam untuk menetupi lobang jalan poros desa Cilayang,” terangnya.

Untuk itu, Santi juga mengajak siapa saja baik itu para penggerak kaum anak muda maupun dari Sahati untuk mengawal dalam memperbaiki jalan poros desa.

“Kami akan belikan makadam lagi untuk memperbaiki adanya jalan rusak,” katanya. (toid/red)