Ngaku Ahli Waris Tanah, Edi Nekat Blokir Jalan di Cipondoh

Ngaku Ahli Waris Tanah, Edi Nekat Blokir Jalan di Cipondoh ()

NONSTOPNEWS.ID — Akses jalan Kemuliaan, di Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang diblokir atau ditutup sementara oleh salah seorang warga, Edi yang mengaku pemilik tanah dari jalan tersebut. Pemblokiran jalan dilakukan dengan memasangkan pagar dari bahan kayu, pada Rabu (7/4/2021).

Sala seorang ahli waris yang mengaku pemilik dari tanah seluas 17 ribu meter tersebut adalah Edi, dirinya mengatakan keluarganya memiliki hak atas tanah tersebut atas nama H Nisan yang merupakan kakeknya. Tanpa sepengetahuan pihaknya, tanah tersebut dijual oleh orang yang tak bertanggung jawab.

“Kami sebagai ahli waris tidak pernah memperjualbelikan tanah ini. Ahli waris satu pun tidak. Kedua, kami punya dokumen yang sah. Pernyataan waris, dan surat keterangan lainnya,” ujarnya, Rabu, (7/4/21).

“Kami sudah mengkonfirmasi ke berbagai pihak sebelum tanah ini kami tutup. Kami sudah tanya ke Pemda. Mempertanyakan tanah ini sudah masuk Pemda atau tidak, ternyata jawabannya tidak jelas,” tambahnya.

Ia juga mengaku telah mendatangi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tangerang untuk menanyakan pihak yang mengecor jalan tersebut.

“Tapi PU sendiri bilang tidak tahu,” katanya.

Edi menambahkan, pihaknya tidak menyalahkan pemilik pergudangan. Menurutnya mereka hanya korban dari jual beli tahah yang tidak jelas.

“Terserah mereka maunya apa dengan ahli waris. Kalau mereka maunya mediasi, ya silahkan. Kami legowo. Mereka kan korban karena salah beli tanah,” ujarnya.

Peristiwa itu, kata dia, telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya yang kemudian dilimpahkan ke Polres Metro Tangerang Kota.

“Kalau mereka ada itikad baik dengan ahli waris, ya mau enggak mau pemblokiran jalan ini kami buka. Intinya begitu,” ujarnya.

Sementara Camat Cipondoh Rizal Ridolloh mengatakan pemblokiran jalan itu sudah terjadi tiga kali. Alasannya karena ada pihak yang mengaku sebagai ahli waris yang merasa tidak pernah menjual tanah yang kini sebagian telah menjadi pergudangan dan jalan umum.

Kata Rizal, ia telah melakukan komunikasi dengan yang bersangkutan. Dia menyarankan pihak ahli waris menempuh jalur hukum apabila benar lahan tersebut memang miliknya.

“Kami sudah pernah sampaikan silahkan selesaikan di pengadilan saja, biar jelas. Tapi begitu terus (blokir jalan),” pungkasnya. (tdid/red)