Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia Serupa India, Ini Solusi Kata Guru Besar FK UI

Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia Serupa India, Ini Solusi Kata Guru Besar FK UI (Ilustrasi/net)

NONSTOPNEWS.ID - Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Tjandra Yoga Aditama menyoroti kenaikan angka positif covid-19 di Indonesia, Dirinya banhkan mengatakan kasus di Indonesia tidak jauh beda dengan lonjakan yang ada di India beberapa waktu lalu. 

Dalam diskusi virtual Perspektif Indonesia “Menyiasati Lonjakan Covid-19", ia menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi indikasi tersebut, mulai dari longgarnya pengetatan, kurangnya kapasitas testing, program vaksinasi yang belum menyeluruh, dan munculnya mutasi virus corona.

“India itu biasanya melakukan pernikahan pada bulan Desember-Januari, pada awal musim dingin. Kita lihat kalau suka nonton film Bolywood bagaimana ramainya pernikahan India, itu kerumunan orang,” katanya, Sabtu (19/6/2021).

Melihat contoh itu, Tjandra mengatakan seharusnya Indonesia juga menghindari kerumunan. Tetapi untuk menghindari kerumunan harus ada penegasan berupa kebijakan dari pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (pemda) untuk pembatasan sosial.

“Makanya sekarang juga begitu. Harusnya sih memang ada pembatasan sosial saat ini. Tidak bisa seperti yang sudah berjalan,” tambahnya.

Tjandra melanjutkan, India juga terlihat kurang dalam menjangkau testing di masyarakat, bahkan mengalami penurunan. Menurut dia, sebelumnya India berhasil melakukan testing hampir sebanyak 1,5 juta dan kemudian turun menjadi 700.000 testing.

“Nah, ini menunjukkan kalau testing turun maka orang yang positif ditemukan menjadi lebih sedikit dan penularan-penularan menjadi besar di masyarakat,” terangnya.

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah meningkatkan jumlah testing, meski secara angka nasional angkanya dinilai membaik. Sebab, menurutnya penilaian tersebut hanya dari angka testing skala nasional. Padahal, ia berpandangan bahwa penilaian setiap provinsi dalam jumlah testing tentu berbeda.

“Mungkin ada provinsi yang bagus, ada provinsi yang tidak bagus. Jadi harusnya, datanya, test dan tracing pada semua kabupaten/kota itu maksimal sesuai dengan standar yang ada,” jelasnya.

Lebih lanjut, Tjandra menuturkan saat ini India berhasil menurunkan lonjakan kasus Covid-19 dari sebelumnya 400.000 kasus per hari menjadi 60.000 per hari. Penurunan itu berhasil dilakukan dalam waktu satu bulan.

“Kuncinya India menerapkan lockdown total pada beberapa negara bagian. Pada 2020, India juga pernah menerapkan lockdown total pada satu negara. Tapi waktu itu dampak sosial ekonominya besar sekali. Karena mereka belajar dari pengalaman itu akhirnya sekarang hanya sebagian negara bagian,” tuturnya. (Bmco/red)