Langgar Empat Perda, Hotel Alona Resmi Disegel Pemkot Tangerang

Langgar Empat Perda, Hotel Alona Resmi Disegel Pemkot Tangerang (Ilustrasi/net)

NONSTOPNEWS.ID – Hotel Alona di Jalan Lestari Kelurahan Kreo, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang yang berkedok rumah kontrakan atau kos-kos an resmi disegel setelah Walikota Tangerang memastikan pihak hotel terbukti melanggar empat perda.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah memastikan pihak pengelola melanggar peraturan daerah dan terbukti menyediakan layanan prostitusi.

“Hari ini Satpol PP akan segel hotelnya karena menyalahi aturan,” ujar Wali Kota yang ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (22/3/2021).

Kata Arief penutupan ini dilakukan setelah dilakukan koordinasi dengan pihak kepolisian yang telah melakukan penyegelan di wilayahnya .

“Keputusan ini juga merupakan hasil koordinasi dengan pihak kepolisian,” tambahnya.

Arief menambahkan pihaknya tidak akan segan memberikan tindakan tegas kepada pengelola hotel yang ada di wilayah Kota Tangerang, yang sengaja terlibat atau menyediakan layanan prostitusi.

“Bisa dicabut ijinnya atau ditutup operasionalnya. Apalagi kalau terbukti menyediakan layanan prostitusi,” tegasnya.

Lebih lanjut Wali Kota mengimbau kepada seluruh pengelola hotel serta penginapan yang ada di Kota Tangerang untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dalam memberikan layanan.

“SOP bagi tamu di setiap hotel dan penginapan sudah jelas harusnya,” terang Arief.

Sementara itu pengamatan dilokasi, penyegelan hotel ini dilakukan oleh Satpol PP Kota Tangerang yang didampingi pihak Kepolisian dan TNI.

Kasatpol PP Kota Tangerang Agus Hendra mengatakan keputusan penyegelan hotel ini dilakukan setelah mendapat intruksi langsung dari Walikota Tangerang Arief R Wismansyah.

“Kami berdasarkan perintah walikota melakukan penyegelan ini,” ujarnya.

Terlebih lagi pihak Hotel, kata Agus, telah terbukti melanggar 4 Perda yang ada di Kota Tangerang.

“Ini kita tutup sampai proses di Kepolisian selesai dan bisa dibuka kembali jika tidak melakukan kegiatan serupa. Tetapi Ijin harus dilengkapi,” ucapnya.

Kendati demikian Agus menambahkan saat ini setidaknya terdapat 3 kamar yang masih tetap dibuka.

“Ada 3 kamar tidak kita segel karena ada pekerja yang masih proses akan dipulangkan,” ujarnya.

Agus menambahkan pihak Hotel Alona dipastikan telah melanggar aturan ijin dan operasional.

“IMB berdasarkan fungsinya hanya kontrakan tapi ternyata buat hotel. IMB yang sudah ada kita cabut. Kalau mau buat sesuatu harus mengacu pada peraturan daerah,” tukasnya. (tdid/red)