Kurir Ojol Dimutasi Jadi 10 Potongan, Bagian Kepala Masih Dicari

Kurir Ojol Dimutasi Jadi 10 Potongan, Bagian Kepala Masih Dicari
Istimewa

NOSNTOPNEWS.ID - Pria berinisial RS (28) yang berstatus sebagai driver ojek online (ojol) dikabarkan tewas mengenaskan karena bagian tubuhnya dipotong menjadi 10 bagian. Potongan tersebut ditemukan di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Sabtu (27/11/2021). 

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengaku, motif pembunuhan sudah terungkap. Dalam waktu dekat kata dia, akan diumumkan setelah data-data lengkap.

Penemuan bagian tubuh manusia di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, bikin heboh. Total ada 10 b tubagianuh manusia yang ditemukan di lokasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan menjelaskan pihaknya mendapatkan gambaran identitas korban setelah mendapatkan laporan dari seorang warga.

Keluarga meyakini jasad korban mutilasi ini adalah anggota keluarganya yang hilang. Warga tersebut mengenali ciri-ciri bagian tubuh yang ditemukan di Jl Pantura Raya, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.

"Potongan tubuh itu diyakini orang hilang berinisial RS, warga Tambun Selatan, Bekasi," ucapnya.

Dua Pelaku Dibekuk 

Dua dari tiga pelaku sudah diamankan polisi. Hingga kini polisi masih menyelidiki kasus mutilasi di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi. 

Saat ini polisi masih mencari bagian tubuh lain korban mutilasi.

"Yang ditemukan itu ada 10 potongan, terdiri atas 6 potongan bari bahu sampai pergelangan tangan, kemudian 4 potongan kaki mulai lutut sampai pergelangan kaki. Untuk bagian kepala dan bagian tubuh lainnya masih dalam pencarian," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan, Sabtu (27/11/2021).

Zulpan menjelaskan saat ini tim kepolisian masih melakukan pencarian terhadap anggota bagian tubuh lainnya. Polisi disebar ke beberapa tempat untuk melakukan pencarian.

Sementara itu, identitas korban saat ini sudah dikantongi pihak kepolisian. Polisi akan melakukan pencocokan data korban dengan keluarga.

"Untuk identitas korban saat ini memang sudah didapatkan, tetapi masih kita lakukan pencocokan dengan keluarga yang mengaku kehilangan," bebernya.

Zulpan menambahkan pihaknya akan mengambil sampel DNA pembanding dari keluarga. Tes DNA dilakukan untuk memberi kepastian apakah identitas korban adalah anggota keluarga dari warga tersebut.

"Saat ini anggota masih melakukan penyelidikan," tuturnya. (Rn/red)