KTKBM BMS Tuding UPP Labuan Caplok Terminal Khusus Cemindo Gemilang, Ada Apa?

KTKBM BMS Tuding UPP Labuan Caplok Terminal Khusus Cemindo Gemilang, Ada Apa?
KTKBM BMS Tuding UPP Labuan Caplok Terminal Khusus Cemindo Gemilang, Ada Apa?
(Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Munculnya surat penangguhan penghentian kegiatan sementara yang diterbitkan oleh Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Labuan (KUPPK) III Labuan di Terminal Khusus (Tersus) PT. Cemindo Gemilang tertanggal 21 Febuari 2019 menjadi polemik bagi Koperasi  Tenaga  Kerja  Bongkar Muat (KTKBM) Kolaqi.

Karena geram dan diduga tak sesuai peraturan, KTKBM BMS pun mengeluarkan surat pernyataan sikap yang ditanda tangani oleh Ketua Muhamad Isma, pada tanggal 21 Februari 2019 yang beredar luas didapat media.

Dalam isi suratnya, KTKBM BMS menuding surat penghentian yang di keluarkan KUPP itu melenceng jauh dari kewenangannya. KTKBM BMS juga meminta KUPP sebagai regulator agar profesional dan netral serta independen dalam menjalan hal apapun dan bertindak mengacu kepada per undang-undangan.

Dalam isi surat pernyataan sikap KTKBM BMS juga menyebutkan bahwa KUPP tidak jeli apakah yang mengadakan aksi itu nelayan secara utuh atau hanya mengatas namakan nelayan saja.

Dalam isi surat pernyataan sikap itu KTKBM BMS juga menuding bahwa surat penghentian tersebut memaksakan kehendak dan menabrak peraturan per undang-undangan dan pada akhirnya ketua KTKBM BMS mempunyai pemikiran kecurigaan yang pada akhirnya diduga ada indikasi-indikasi lain antara KUPPK dengan pihak managemen KSU Kolaqi.

Selain itu, Ketua BMS mengklaim dalam isi surat pernyataan sikapnya bahwa Kolaqi adalah bukan lembaga pengerah jasa tenaga kerja bongkar muat.

"Justru  KTKBM BMS yang spesialisasinya mutlak sebagai penyedia Tenaga Kerja Bongkar Muat" ujar Ketua KTKBM BMS dalam surat pernyataan sikapnya.

Tak mau begitu saja disalahkan, saat dihubungi wartawan, Kepala Kantor UPPK III Labuan, Endang mengakui dengan adanya surat pernyataan sikap yang dibuat oleh KTKBM BMS membuat institusi yang dipimpinnya geram dan segera meminta untuk memberikan klarifikasi.

"Sudah saya sampaikan, untuk klarifikasi dia tidak tau sama sekali tentang ilmu dan fungsi kepelabuhanan. Ga ada masalah dia, udah minta maaaf tapi tetap saya suruh buat surat klarifikasinya" kata Endang, Minggu, (24/02/2019).

Endang juga menegaskan agar pihak KTKBM BMS segera membuat surat klarifikasi soal surat pernyataan sikap sebelumnya yang menganggap UPPK mengacuhkan peraturan perundang-undangan.

"Pokoknya saya selaku UPP/Syahbandar segera dia (KTKBM BMS/Red) klarifikasi pernyataan itu jawabnya siap, saya tunggu itu kalau tidak nanti ada sanksi," tegasnya.

Terpisah, saat wartawan menghubungi, Yoga Gunawan selaku Manager UUPJ KTKBM Kolaqi menyayangkan sikap Ketua KTKBM BMS yang dianggap mendiskreditkan lembaganya.

"Sangat menyayangkan atas sikap ketua KTKBM BMS tersebut kenapa menjelekan lembaga kami?. Sejatinya dalam aksi yang buruh lakukan tidak membawa atau menjelakan lembaga KTKBM BMS" tanya Yoga kembali, Senin, (25/2/2019).

Lanjut Yoga, bahwa tindakan yang diambil oleh KUPP adalah sesuai dengan tupoksinya karena untuk melakukan pengendalian pembinaan dan pengawasan sepenuhnya adalah wewenang KUPP selaku penyelenggara negara dalam Tata Niaga Kepelabuhanan.

"Sekaligus sebagai regulator sebagaimana di atur PM. No. 50 tahun 2011 tentang Tersus atau TUKS PM.152 tentang penyelenggaraan dan pengusahaan bongkar muat dari/dan kapal di Pelabuhan, SKB 2 Dirjen dan satu Deputi dan PM. 146 tahun 2016 pengganti PM. No 51 tahun 2015, tentang penyelenggaraan pelabuhan laut," tambahnya.

"Menyikapi adanya statement Ketua BMS yang menjudge bahwa KTKBM Kolaqi adalah Bukan Lembaga Penyedia Tenaga Kerja Bongkar Muat itu akan kami sikapi secara jalur hukum karena pernyataan tersebut berdasarkan versi kami mengandung delik pencemaran nama baik terhadap lembaga kami" terang Yoga lagi.

Saat wartawan mencoba mengkonfirmasi ketua KTKBM BMS Muhamad Isma, melalui pesan WhatsApp pada Senin, (25/2/2019) soal surat pernyataan, namun tidak ada jawaban. (Eag)