Korban Kecelakaan Truk Disalahkan, Mahasiswa UIN Bakal Demo Polres Tangsel

Korban Kecelakaan Truk Disalahkan, Mahasiswa UIN Bakal Demo Polres Tangsel (Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Sultan Rivandi/kibo-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Sultan Rivandi, menanggapi keras terkait langkah Kepolisian Resor (Polres) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang menyalahkan korban kecelakaan truk, hingga proses penanganan kasus dihentikan.

“Saya cukup aneh ketika mengetahui hasil pemeriksaan yang menetapkan adik saya di UIN Jakarta yang meninggal dunia menjadi tersangka. Apalagi kalau sampai disebutkan karena lelalaian. Bagaimana mungkin bisa disebut lalai, padahal jelas-jelas operasional truk besar melanggar Undang-Undang,” katanya, saat dihubungi oleh salah seorang awak media, melalui pesan Aplikasi WhatsApp, Rabu (13/11/2019).

Sultan juga menghimbau Polres Kota Tangsel, untuk menegakkan keadilan dalam penanganan kasus kecelakaan tragis di jalan Graha Raya Bintaro itu, yang menewaskan Niswatul Umma, salah seorang mahasiswi jurusan Hukum Ekonomi Syariah UIN Syarif Hidayatullah, pada pertengahan Oktober lalu.

“Saya menghimbau kepada Polres Tangsel untuk menegakkan keadilan dalam kasus kecelakaan ini. Jangan sampai membuat semua mahasiswa UIN Jakarta marah karena ada proses yang tidak adil dalam pemeriksaan kasus kecelakaan ini,” ujarnya.

“Kami akan mengawasi pemeriksaan ini, lalu memastikan keadilan ditegakkan. Kalau tidak ada keadilan, mungkin itu (aksi demonstrasi) diperlukan,” tambah Sultan, ketika ditanya apakah akan melakukan aksi.

Seperti diketahui, Polres Tangsel telah menghentikan penanganan kasus kecelakaan antara truk dengan pemotor ini. Langkah tersebut dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan fakta dilapangan, dimana Polres Kota Tangsel menganggap kecelakaan terjadi akibat kelalaian korban.

“Sudah kita tanganin, fakta dilapangan lemahnya, yang lalainya motor, padahal pihak motor itu lah yang korban menjadi meninggal, kita hanya bisa mediasi dari pihak truk untuk membantu pihak korban dengan musyawarah,” kata Kepala Unit Kecelakaan Lalulintas Polres Tangsel Iptu. Dhady Arsya, diruangannya, Markas Polres Tangsel, Jalan Promoter BSD City, Rabu (13/11/2019).

Dhady juga mengatakan, supir truk sempat diamankan beberapa waktu setelah peristiwa tersebut. Namun karena tidak adanya cukup bukti, yang dapat membuktikan supir truk sebagai tersangka, supir truk pun akhirnya dibebaskan. (kibo)