Koperasi Sekolah Negeri di Tangsel Banyak yang Bodong? Tapi Kok Bisnis Seragamnya Jalan Terus

Koperasi Sekolah Negeri di Tangsel Banyak yang Bodong? Tapi Kok Bisnis Seragamnya Jalan Terus (Ilustrasi/net)

NONSTOPNEWS.ID - Dapat dipastikan diseluruh sekolah-sekolah negeri, baik tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), melakukan jual beli seragam melalui koperasi sekolah.

“Untuk siswa kelas 1, biaya beli seragam sebesar 700 ribu, itu komplit. Kalau anak saya kelas 5, total untuk beli seragam sebesar 600 ribu rupiah, belinya ya di koperasi sekolah. Seragamnya antara lain seragam muslim, olahraga, batik dan rompi,” ujar salah seorang orang tua murid SDN Pondok Jagung 5 Kota Tangsel, melalu pesan Whatsapp, Minggu (12/9/2021).

Kemudian, salah seorang wali murid kelas 7 SMP Negeri 14 Kota Tangsel mengaku membeli seragam dikoperasi sekolah dengan biaya total mencapai 1 juta lebih.

“Seragamnya harus dari Senin sampai Jum’at, semua dibeli disana (koperasi sekolah) totalnya Rp1.550.000. Dapet sepatu juga, terus ada sumbangan mesjid, secara sukarela,” kata sumber tersebut yang tidak ingin namanya disebut.

Lebih lanjut, Kepala SMA Negeri 9, Achmad Alwan Fatwani mengungkapkan, bahwa seragam yang dijual hanya seragam khusus sekolah.

“Hanya yang khusus seragam SMA 9 aja, seperti seragam olahraga dan batik. Kalau harganya nanti saya tanya ke koperasi dulu ya,” singkatnya, melalui sambungan Whatsapp.

Meski saat ini awak media masih melakukan penelusuran lebih jauh, perihal legalitas koperasi-koperasi tersebut. Namun, dari informasi yang berhasil dihimpun, tercatat baru ada sebanyak 25 koperasi sekolah di Tangsel yang sudah berbadan hukum.

Untuk diketahui, jumlah SD Negeri di Tangsel ada sebanyak kurang lebih 159 sekolah, SMP Negeri sebanyak 24 sekolah, dan SMA/SMK 19 sekolah. (Kibo)