Komite SMPN 4 Tangsel Kumpulkan Wali Murid, Sampaikan Soal Pungutan Untuk Operasional Sekolah

Komite SMPN 4 Tangsel Kumpulkan Wali Murid, Sampaikan Soal Pungutan Untuk Operasional Sekolah
Komite SMPN 4 Tangsel Kumpulkan Wali Murid, Sampaikan Soal Pungutan Untuk Operasional Sekolah
(Kibo-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Bertempat di salah satu ruang kelas, komite SMP Negeri 4 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar pertemuan dengan sejumlah wali murid kelas 7 dan 8 untuk menyampaikan adanya kebijakan dalam pemungutan sejumlah biaya oprasional sarana dan prasarana sekolah, Selasa (24/12/2019).

Dalam pertemuan itu, Ketua komite SMP 4 Kota Tangsel Abdul Qodir bersama sejumlah anggota komite, menjelaskan kepada wali murid, sebab adanya pungutan yang bersifat sukarela, dikarenakan kurangnya dana Bantuan Oprasianal Sekolah (BOS) dan Bantuan Oprasional Sekolah Daerah (BOSDa), untuk membiayai sejumlah sarana dan prasarana sekolah.

Disampaikan Qodir, dilakukannya pungutan dikarenakan, tidak mencukupinya alokasi anggaran dari pemerintah. Dikatakannya, jika kalkulasi per siswa mendapatkan anggaran 90 ribu perbulan, belum termasuk ada potongan 30 persen. Lanjut Qodir, untuk biaya listrik perbulan mencapai 25 juta rupiah, sementara bantuan dari pemerintah hanya sebesar 5 juta hingga 7 juta rupiah perbulan.

“Ini yang harus kita sama-sama carikan solusi supaya setiap bulan kita ada, bukan donasi lah, kita ibaratin sebagai sedekah dan infaq, kita niatin ini adalah investasi yang nilainya ibadah, ini yang terus saya diskusikan oleh pihak sekolah," ungkapnya, dalam forum.

Qodir menuturkan, tidak hanya listrik, didalam sumbangan tersebut, juga akan dipergunakan untuk pembiayaan kegiatan lain, seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), makan minum guru, honor piket untuk menjaga kebersihan sekolah diwaktu libur, dan pemeliharaan AC.

Terpisah, meski sifatnya sukarela, namun salah seorang wali murid yang idientitasnya sengaja tidak disebut, mengaku cukup keberatan atas pungutan-pungutan yang dilakukan pihak sekolah, yang rencananya akan mulai dilakukan pada Januari mendatang.

“Sebenarnya keberatan juga, selain membebani, setahu kita kan sekarang sekolah sudah gratis, tidak ada biaya apapun, karena sudah ditanggung oleh pemerintah,” ujarnya.

Diketahui dari data informasi yang dihimpun, jika ditotal alokasi anggaran BOS dan BOSda untuk SMP 4 Kota Tangsel adalah sebesar 1.643.120.000, dengan uraian anggaran BOS 893.000.000 rupiah, dan BOSDa dengan total anggaran sebesar 750.120.000 rupiah

Pada rincian anggaran BOS SMP 4 Tangsel terdapat alokasi 202.680.000 juta rupiah untuk pembiayaan listrik dan telepon. Kemudian ada pula alokasi anggaran untuk biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah. Seperti pemeliharaan AC yang berada diperpustakaan, ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang wakil kepala sekolah, guru, ruangan Tata Usaha, dan ruangan laboratorium komputer, dengan alokasi anggaran sebesar 38.500.000 rupiah.

Selain itu, pada rincian anggaran BOSDa SMPN 4 Kota Tangsel, terdapat alokasi anggaran 38.300.000 yang diperuntukan, diantaranya untuk kegiatan OSN (Olimpiade Sains Nasional), O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional), dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional, sisa anggaran lainnya diperuntukan untuk membiayai beberapa kegiatan lainnya. (kibo)