Kejari Pantau Pelaksanaan Anggaran BTT Untuk Penanganan Covid-19 Di Tangsel

Kejari Pantau Pelaksanaan Anggaran BTT Untuk Penanganan Covid-19 Di Tangsel
Kejari Pantau Pelaksanaan Anggaran BTT Untuk Penanganan Covid-19 Di Tangsel
(Kantor Kejari Tangsel/kb-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Kejaksaan Negeri (Kejari) memastikan pengawasan alokasi anggaran penanganan wabah Coronavirus disease (Covid-19), yang dikemas dalam Belanja Tidak Terduga (BTT), oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dimana alokasi anggaran itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Jadi memang, Kejaksaan ini kan masuk dalam gugus tugas, dimana tugasnya itu sebagai pengawas dan akuntabilitas. Memang ada beberapa dinas mengajukan anggaran yang tak terduga untuk penanganan Covid-19, antara lain Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel,” kata Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negaran (Datun) Kejari Kota Tangsel, Siti Baroqah, diruangannya Gedung Kejari Tangsel, Jalan Promoter, BSD City, Serpong (14/4/2020).

Jika dilihat peruntukannya, sejauh ini yang telah diketahui, terdapat sejumlah belanja di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Tangsel, diantaranya 47 milyar lalu direvisi menjadi 32 milyar di Dinas Kesehatan Kota Tangsel. 

Namun, meski sudah ada penyediaan dana sebesar 7 milyar, Plt Kepala Dinkes Tangsel, Deden Deni, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemesanan sejumlah barang, sperti Alat Pengamanan Diri (APD) untuk tenaga medis, belanja obat, insentif pegawai, dan lain-lain.

“Iya itu yang lagi kita belanjain, cuma kan barangnya tidak mudah juga, susah juga, kita lagi PO Rapid test, mesan APD cuma semuanya enggak ada stok, perhari ini, masih dipesan,” ujar Deden, saat ditemui di proyek renovasi rumah lawan Covid-19, dikawasan Tandon Ciater, Serpong.

Kemudian, ada sekitar 4 milyar lebih, pada Disperkimta dan DBPR Kota Tangsel, yang dipergunakan untuk merenovasi gedung pusat rekayasa pertanian modern menjadi rumah karantina pasien Covid-19. Alokasi anggaran dipergunakan untuk pembuatan ruang-ruang pasien, pengadan fasilitas, dan lain-lain. Terpantau, rumah lawan Covid-19 tersebut akan segera rampung, dan digunakan untuk menampung pasien-pasien Covid-19.

Lebih lanjut, melalui Dinsos, Pemkot Tangsel mengalokasikan anggaran untuk belanja bantuan langsung non tunai bagi keluarga rentan miskin, kepada maksimal 200 Kepala Keluarga (KK) ditiap Kelurahan, sebesar 300 ribu rupiah per kepala keluarga.

“Pemkot Tangsel akan berikan bantuan berdasarkn kemampuan keuagan daerah, untuk membantu warga masyarakat terdampak wabah Covid-19. Sementara untuk keluarga rentan miskin di 54 Kelurahan akan dibantu sebanyak 200 KK per Kelurahan," ujar Kepala Dinsos Tangsel, Wahyunoto Lukman.

Kata Wahyunoto, kini datanya sedang dijaring, dipilah dengan sangat selektif oleh ketua Rt/Rw Lurah hingga Camat.

"Lagi didata, mereka berupaya dengan kuota yang ada, agar bantuan bisa tepat sasaran, untuk yang lebih layak dan pantas dibantu,” pungkas Wahyunoto. (kb)