Jumlah Denda Pelanggar Aturan PPKM Darurat di Tangerang Mencapai 19 Juta

Jumlah Denda Pelanggar Aturan PPKM Darurat di Tangerang  Mencapai 19 Juta
Jumlah Denda Pelanggar Aturan PPKM Darurat di Tangerang  Mencapai 19 Juta
(Ilustrasi/net)

NONSTOPNEWS.ID – Terkumpul denda sebanyak 19 juta dari para pelanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Tangerang. Adapun denda tersebut berasal dari warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan  seeperti tidak memakai masker dan denda dari para pelaku usaha yang melanggar peraturan jam operasional selama PKKM Darurat.

Sekretaris Satpol PP Kota Tangerang, Agus Prasetyo, mengatakan terhitung dari tanggal 3 hingga 11 Juli terdapat 883 pelanggar. Untuk perorangan terdapat 46 pelanggar yang mendapat sanksi kerja sosial. 14 orang denda Rp 50 ribu dan 4 orang didenda Rp 100 ribu.

“Kemudian, pelaku usaha terdapat 711 yang mendapat sanksi lisan, Denda Rp 300 ada 60, penyitaan barang 25 dan penyegelan 14. Untuk pelaku usaha rata-rata melanggar jam operasional. Sedangkan, perorangan tidak memakai masker,” ujarnya, Rabu (13/7/2021).

Agus menjelaskan, mereka yang kedapatan melanggar PPKM darurat langsung ditindak di lokasi. Apabila ditotal dari 3 hingga 11 Juli kemarin pelaksanaan operasi PPKM darurat, Pemerintah Kota Tangerang sudah mengumpulkan Rp 19.100.000.

“Penindakan pelanggar PPKM darurat juga dilakukan kemarin di wilayah Ciledug. Hasilnya, 53 warga kedapatan melanggar PPKM darurat dan langsung sanksi Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Dari 53 pelanggar, 36 diantaranya dikenakan sanksi denda sementara sisanya disanksi kerja sosial. Untuk sanksi denda yang diberikan bervariasi mulai Rp 100 hingga Rp 500 ribu,” katanya.

Agus menuturkan, sebelumnya juga sempat melaksanakan kegiatan serupa di Kawasan Pasar Lama, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Jumat pekan lalu. Dalam kegiatan itu, setidaknya ada 28 pelanggar yang diberikan sanksi.

“Di antara 28 orang itu, sebanyak 10 orang di antaranya dikenakan denda sebesar Rp 100.000, tiga orang dikenakan denda Rp 200.000, dan satu orang dikenakan denda Rp 50.000. Sedangkan sisanya dikenai sanksi sosial. Total denda yang dikumpulkan sebesar Rp 1.650.000,” jelasnya. (pm/red)