Jaksa Agung Beri Arahan di Rakernis Bidang Intelijen, Kejari Tangsel Pasti Bisa Nih!

Jaksa Agung Beri Arahan di Rakernis Bidang Intelijen, Kejari Tangsel Pasti Bisa Nih! (Istimewa)

NONSTOPNEWS.ID - Jaksa Agung Republik Indonesia, Burhanuddin, membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Intelijen Kejaksaan RI Tahun 2021 secara virtual, yang akan berlangsung selama 2 (dua) hari mulai Rabu 22 September 2021 s/d Kamis 23 September 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Burhanuddin menghimbau jajaran Bidang Intilijen untuk mencermati perihal perkembangan teknologi informasi yang berdampak pada perubahan modus operandi kejahatan, dan merubah pola pengungkapan dan pembuktian kejahatan. 

Dikatakannya, kemajuan teknologi informasi berimbas juga pada dunia media massa, membuat masyarakat mudah mengakses berita dari berbagai sumber. Dimana, platform media massa yang berbasis konvensional sudah tergeser oleh media sosial, dan keberadaan media sosial menjadi kebutuhan masyarakat.

“Namun dibalik itu terdapat tindakan negatif bahkan cenderung mengarah kriminal yang perlu diwaspadai antara lain, seperti penyebaran berita bohong, kebebasan berekpresi dan berpendapat yang sering menimbulkan kesalahpahaman, perdebatan, dan permusuhan, serta rawan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu sebagai media propaganda, menyebarkan ideologi sesat, dan kebencian,” ujarnya, dari ruang kerja Jaksa Agung, di Gedung Menara Kartika Adhyaksa Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/9/2021).

“Konsekuensinya adalah informasi begitu mudah tersebar dan tidak terfilter, ini tentunya menjadi tantangan yang sangat berat bagi Bidang Intelijen khususnya Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) dalam bersaing untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat yang telah dibanjiri dengan banyak berita yang bersifat hoax,” sambung Burhanuddin.

Kondisi demikian, katanya, tidak hanya berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, tetapi juga berpotensi memecah belah persatuan dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Oleh karena itu, menurut Burhanuddin, Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang selalu bersinggungan dengan pihak-pihak berperkara, sering mendapatkan ancaman dan gangguan berupa pemberitaan negatif yang bertujuan untuk menurunkan kredibilitas lembaga. 

“Tentunya media sosial ini menjadi sarana yang strategis bagi mereka untuk melancarkan serangan tersebut. Untuk itu, jajaran Intelijen dituntut terus meningkatkan kemampuannya dibidang teknologi informasi agar dapat mengimbangi dan melakukan counter terhadap pemberitaan negatif dan informasi yang keliru tentang Kejaksaan,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Jaksa Agung RI menekankan kepada seluruh peserta agar jangan sampai menganggap Rakernis ini hanya sekedar sebuah kegiatan rutin untuk memenuhi agenda tahunan belaka.

Terpisah, Kepala Seksi Intelijen (Kasie Intel) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Selatan, Ryan Anugrah, menyampaikan tanggapannya perihal arahan dan himbauan dari Jaksa Agung RI tersebut.

“Tentunya kita harus bisa melaksanakan apa arahan dari pimpinan. Saat ini, Kejari Tangsel sudah dan terus menjalin komunikasi serta sinergi yang baik dengan stakeholder terkait, untuk dapat membantu kita meberikan informasi yang edukatif kepada masyarakat mengenai kinerja Kejaksaan diwilayah,”pungkasnya.

Untuk diketahui, hadir secara virtual Wakil Jaksa Agung RI, Setia Untung Arimuladi, para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Ketua Komisi Kejaksaan RI, Dr. Barita Simanjuntak.

Para Pejabat Eselon II, Eselon III, dan Eselon IV pada Jaksa Agung Muda Intelijen, beserta para Kepala Kejaksaan Tinggi, Asisten Intelijen, Kepala Kejaksaan Negeri, dan Kepala Cabang dan jajaran Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia. (Kibo)