Gelar Unjuk Rasa, BEM Serang Raya Sebut Banten Darurat Korupsi

Gelar Unjuk Rasa, BEM Serang Raya Sebut Banten Darurat Korupsi (Ilustrasi/net)

NONSTOPNEWS.ID - Banyaknya kasus tindak pidana korupsi di Provinsi Banten disoroti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Serang Raya. Ratusan Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa lantaran mereka menilai bahwa Provinsi Banten sedang dalam keadaan darurat korupsi. Aksi tersebut berlangsung di depan gerbang Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Kota Serang, Rabu (2/6/2021).

Kordinator aksi Faiz mengatakan, munculnya mega skandal di pengolahan keuangan Provinsi Banten karena kurangnya pengawasan dari DPRD Provinsi Banten yang membuat proses tindak pidana korupsi ini menjadi semakin mulus dan mudah untuk dilakukan.

“Dengan munculnya beberapa mega skandal korupsi, korupsi seolah menjadi warisan dalam pengelolaan keuangan di Provinsi Banten,” kata Koordinator Aksi, Faiz.

Seperti diketahui, tiga korupsi tersebut hingga kini masih ditangani Kejati Banten, di antaranya kasus dana hibah untuk pesantren tahun 2018 dan 2020, kasus pengadaan lahan untuk Gedung Samsat Malingping tahun 2019, dan terbaru kasus pengadaan masker KN95 tahun 2020 yang bersumber dari APBD Provinsi Banten.

“Korupsi dana hibah pada tahun 2020 sebear Rp117,78 miliar yang seharusnya tersalurkan secara utuh kepada 3.926 pondok pesantren ini tentunya sangat membuat hancur marwah para ulama dan santri yang ada di Provinsi Banten,” tambahnya.

Untuk itu, pihaknya mendesak Kejati Banten agar dapat mengungkap tuntas kasus-kasus yang sedang menjadi sorotan masyarakat Indonesia. Mereka ingin Kejati Banten menegakkan hukum seadil-adilnya.

“Menegakkan hukum seadil-adilnya sesuai dengan undang-undang yang berlaku serta mengungkap dan menangkap aktor intelektual dalam kasus dugaan korupsi ini,” katanya. (bmco/red)