Dukung Satpol PP Gerebek Tempat Mesum, MUI Tangsel Sebut Jangan Ada Kompromi

Dukung Satpol PP Gerebek Tempat Mesum, MUI Tangsel Sebut Jangan Ada Kompromi (Salah satu panti pijat saat razia Satpol PP Kota Tangerang beberapa waktu lalu/ist)

NONSTOPNEWS.ID - Maraknya tempat hiburan malam yang diduga menjadi ladang maksiat mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. 

Kali ini, MUI Kota Tangerang Selatan sangat mendukung langkah penertiban tempat hiburan malam berupa panti pijat, tempat karaoke maupun lokasi lain yang dianggap menyimpang tak sesuai perizinan yang dilakukan Satpol PP setempat.

Hal disampaikan Sekretaris MUI Kota Tangsel, Abdul Rojak saat memberikan respon terkait maraknya keberadaan tempat hiburan malam di kota Tangsel tersebut.

"Kami dari MUI Tangsel mendukung Satpol PP untuk melakukan penertiban terhadap warung remang-remang atau tempat-tempat yang disinyalir sebagai tempat kemaksiatan. Karena hal itu menciderai moto Tangeran Selatan yang religius,” jelas Rojak, dilansir dari berbagai sumber, Selasa (24/9/19).

Pria yang juga menjabat Kepala Kemenag itu, selama ini yang beredar di masyarakat banyak tempat refleksi keluarga tapi didalamnya, prakteknya berbeda.

"Salon kecantikan misalkan, ternyata dalamnya diduga ada praktek tidak benar juga. Ya kalau betul-betul itu untuk pijat kesehatan kan gak dilarang asalkan dia bersertifikat,” tandasnya.

Rojak mengingatkan Satpol PP dalam melaksanakan giat penertiban, harus bisa mengendus tempat yang benar-benar ada praktek maksiatnya, sehingga dilanjutkan dengan langkah penindakan tegas.

"Langkah Satpol PP sudah bagus, tapi sifatnya harus continue. Tentang ijinnya dicek juga. Jadi didata dulu mana yang sudah beriziin mana yang belum,” jelasnya.

"Perlu ada pengawasan juga. Setiap 3 bulan atau 5 bulan sekali ada atau tidak aduan masyarakat, harus dicek ke lokasinya. Terus yang ketiga yang paling penting harus ada penindakan yang tegas. Jadi kalo memang sudah menyalahi ya jangan ada kompromi, tutup total gitu supaya ada efek jera,” tutupnya. (red)