Biadab, Ayah kandung di Cisauk Tangerang Perkosa Anaknya Sendiri

Biadab, Ayah kandung di Cisauk Tangerang Perkosa Anaknya Sendiri (Ilustrasi/net)

NONSTOPNEWS.ID – Tangerang Seorang gadis 16 tahun berinisial AN di Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang menjadi Korban Rudapaksa (di perkosa), ironisnya korban rudapaksa dilakukan oleh Ayah kandungnya sendiri.

Yang lebih menyedihkan lagi perbuatan bejad tersebut dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri WI (49). Sejak tahun 2020.

Hal ini dituturkan ibu kandungnya Rohayah (52) tahun saat di temui terasbanten.id di rumahnya, sambil meneteskan air mata Rohayah juga menuturkan kejadian tersebut sangat diluar dugaannya padahal menurutnya, WI ayah korban selalu rajin beribadah dan baik baik saja.

"Yah seperti mimpi, gak menduga padahal terlihat baik baik saja, suami saya juga rajin ibadah, kami di rumah ini karena rumah sempit jadi kalau tidur ya sama sama jadi gak ada kpikiran hal seperti itu terjadi," terangnya sambil meneteskan air mata. Di kediamannya dikawasan Cisauk. Kabupaten Tangerang 29/04/2021.

Rohayah juga menuturkan kejadian terungkap karena anaknya pada saat itu telah meninggalkan rumah, setelah keluarga mencari dan pulang barulah korban menuturkan semua pristiwa bejad tersebut. 

"Si neng menghilang 3 minggu dicari baru rabu kemarin pulang kami cari, Kata grabe yang antar yang kebetulan orang dekat sini antar ke bekasi pas ditanya Katanya kenapa mau ke bekasi, mau kost katanya,

Dijemput di bekasi setengah tiga sudah pulang, lalu di tanya-tanya di belakang, di rumah sodara. Disitulah dia mengaku sudah digini gini," tuturnya.

Kejadian tersebut juga dibenarkan Ketua Rukun Tetangga (RT) Mafudin  di sekitar lokasi kejadian yang juga Paman dari Korban, Ia menuturkan setelah korban kabur dari rumah dan dijemput barulah korban menceritakan semua kejadian.

"Yah kan awalnya kabur dari rumah yah adalah 3 mingguan lama dicari cari pas ketemu ditanya tanya dia kabur karena ya begitulah, Kata dia bapaknya seminggu itu minta begutuh 1 sampai 2 kali," paparnya.

Mafudin melanjutkan kejadian memilukan tersebut sudah setahun lamanya sejak 2020 hingga 2021 kemarin, dan korban dipaksa melayani juga sempat diancam.

"Kejadian sejak bulan juli 2020 bahkan hingga terakhir minggu lalu bukan suka sama suka tapi atas dasar paksaan penekanan bapaknya, anaknya gak mau, kalau neng gak mau berarti neng gak sayang sama bapak, bapak mau pergi dan gak mau pulang lagi. Bgituh ancamnya dan Suka dibentak bentak juga," ungkapnya.

Mafudin juga sudah sempat curiga dan sempat menegur ibu korban karena meski dekat ayah dan anak namun tidak selayaknya, pelaku selalu mengawasi korban dan mengikuti korban kemanapun korban pergi.

"kesehariannya juga agak beda, Ayahnya sama anak lengket depan rumah ajah gak boleh main, di ikutin terus mau beli pulsa ajah dianter,  saya ini sepupu mamangnya. Saya sudah bilangin sama ibunya karena filing, ibunya menduga karena terlalu sayang anak. Mau ambil air wudhu ajah ditemenin saya juga punya anak tapi gak sampe begitu bgitu amat," katanya.

Mafudin berharap pelaku yang juga ayahnya sendiri dihukum seberat beratnya sesuai perbuatannya. 

"Kami sekeluarga berharap agar pelaku dihukum seberat beratnya, seadil adilnya sesuai perbuatannya," pungkasnya.

Berdasarkan pengakuan Keluarga dan RT juga warga sekitar kasus tersebut sudah ditangani pihak yang berwajib dan pelaku WI sudah diserahkan ke Polsek Cisauk. Polres Kota Tangerang Selatan. (TB/Red)