Bangun Rumdin Rp 9,5 M, Warga Tangsel yang Tidur Dekat MCK Anaknya Sekolah Hanya Sampai SD

Bangun Rumdin Rp 9,5 M, Warga Tangsel yang Tidur Dekat MCK Anaknya Sekolah Hanya Sampai SD
Istimewa

NONSTOPNEWS.ID - Warga kelurahan Jombang, kampung Jombang Keramat, RT 004/017, Ciputat Kota Tangsel, Agus yang sebelumnya diberitakan memiliki tempat tinggal yang tak layak huni, hingga harus tidur didekat wc diketahui hanya dapat menyekolahkan putra-putrinya hanya sampai di tingkat Sekolah Dasar (SD)

Hal itu dikatakan tetangganya, Zainal. Agus yang berprofesi sebagai sopir tembak, kata Zainal, hingga kini belum mendapatkan perhatian dari pemerintah, terlebih aparatur terdekat seperti lurah ataupun camat.

"Seingat saya belum dapat perhatian mas. Itu juga tempat tinggal dibantu sama tetangga-tetangga. Kartu Indonesia Sejahtera (KIS) rasanya baru kemarin juga jadinya," kata Zainal kepada Nonstopnews.id, Kamis (4/7/2019).

Zainal menambahkan, karena kurangnya biaya, putra sulung Agus hanya bersekolah tingkat SD. Hal serupa terjadi pada putri keduanya, meski dapat melanjutkan hingga SMP, namun hingga kini Agus tidak dapat mengambil ijasah sang putri, karena terkendala biaya.

"Kalau tidak salah anaknya yang cewe itu ijasahnya belum bisa diambil. Ya karena ngga ada duit mas. Anak pertamanya cuma sampe SD doang," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan saat Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany membangun rumdin bak istana dengan anggaran hampir Rp 10 miliar, warganya harus tidur didekat MCK. Bahkan, dengan kondisi ekonomi tersebut, Agus tidak dapat menyekolahkan putra-putrinya ke jenjang yang digalakkan pemerintah, yakni pendidikan 9 tahun.

"Menelan biaya hampir Rp 10 miliar atau  sebesar Rp 9.488.880.700 dengan luas area lahan 2 ribu meter lebih,” tutur Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Emon Suryaman.

Bangunan rumdin ini juga nantinya bakal diisi fasilitas mewah seperti kolam renang.

“Selain bangunan utama seperti ruang keluarga meliputi kamar utama, kamar anak, ruang kerja, kantor, ruang rapat ruang tamu tersedia ruang servis meliputi dapur, ruang ajudan, ruang makan dan kolam renang,” tandasnya.

Kota yang bertajuk Cerdas, Modern dan Religius tersebut, nampaknya masih tercoreng dengan adanya warga yang tak dapat bersekolah dengan layak. (Ak)