Awas! Penumpang Ojek Online Tetap Diperiksa Petugas di Penyekatan PPKM Darurat

Awas! Penumpang Ojek Online Tetap Diperiksa Petugas di Penyekatan PPKM Darurat (Ilustrasi/net)

NONSTOPNEWS.ID – Tidak hanya warga yang melintas menggunakan kendaraan pribadi, ojek online dan taksi online juga akan diperiksa petugas di pos penyekatan PPKM Drurat. Meskipun diperbolehkan melintas tanpa harus menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) yang merupakan syarat melintasi penyekatan PPKM Darurat penumpang yang dibawa ojol da takjol akan diperiksa.

Kabag Ops Dit Lantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali mengatakan penumpang yang diperbolehkan lewat hanya yang memiliki keperlua mendesak.

"Iya kita tanya penumpang mau ke mana, kalau penumpang pastilah mendesak sekali enggak mungkin mereka mau naik grab untuk jalan-jalan, dan seluruh yang kami periksa dibeberapa titik itu rata-rata yang naik itu kalau enggak esensialterikal, kalau enggak mau vaksin itu. Mau berobat," katanya, Minggu (18/7/2021).

Namun, menurutnya, hal yang perlu diperhatikan adalah masyarakat yang mengambil kesempatan naik ojek atau taksi online untuk jalan-jalan atau keliling Jakarta.

"Yang kita antisipasi ini yang mau raun-raun (bahasa Medan). Raun-raun itu mau keliling aja, jenuh di rumah, mau putar-putar Jakarta, itu yang kita sekat. Tapi kalau misalnya esesialterikal contoh hari kerja pagi ya jam 6 sampai jam 10 itu pasti esesialterikal, karena memang murni mereka mau cari makan," katanya.

"Kenapa setelah jam 10 kata pak Dir agak diperketat ya untuk mengantisipasi orang-orang yang mau jalan saja, hanya mau ketemu temen ngopi, hanya mau keliling Jakarta itu yg kita antisipasi," sambungnya.

Oleh karena itu, ia mengaku petugas akan membantu setiap ojek atau taksi yang melintas pada PPKM Darurat ini.

"Intinya, ojek online kita kan bantu. Apalagi taksi kita bantu, mereka kan bukan raun-raun, mereka mau cari makan, transportasi itu," pungkasnya.

Sebelumnya, jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah menyiapkan sebanyak 1.649 personel yang akan diterjunkan ke 100 titik lokasi penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jakarta dan sekitarnya.

"Total yang dibutuhkan untuk melakukan penyekatan satu shiftnya 1.649 personel," kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/7).