Apartemen di BSD Hingga Perumahan Elit di Gading Serpong Darurat WNA Ilegal, Bisnis Narkoba atau Penipuan Internet Nih?

Apartemen di BSD Hingga Perumahan Elit di Gading Serpong Darurat WNA Ilegal, Bisnis Narkoba atau Penipuan Internet Nih? (Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Sebanyak 25 Warga Negara Asing (WNA) ilegal berkulit hitam diamankan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang di kawasan Kabupaten Tangerang.

Penangkapan WNA ilegal dilakukan pada Kamis (5/12/2019) di apartemen-apartemen yang tersebar di Kabupaten Tangerang.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan HAM Banten, Imam Suyudi mengatakan, penangkapan berdasarkan laporan warga sekitar yang mulai diresahkan.

“Adanya informasi yang berasal dari masyarakat pada Rabu hari sebelumnya, malam langsung kita eksekusi di beberapa apartemen di Tangerang,” kata Imam di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang, Senin (9/12/2019).

Beberapa WNA ilegal iamankan di beberapa apartemen elit seperti apartemen Paragon Karawaci, apartemen Casa De Parco BSD, dan apartemen Saveria BSD.

Beberapa juga diamankan di dalam kawasan cluster atau perumahan Gading Serpong di Kabupaten Tangerang seperti Cluster Menaggio, Cluster Virginia Village dan Cluster Samara Village.

“Sehingga total WNA yang diamankan dari beberapa lokasi tersebut sebanyak 25 WNA karena tidak dilengkapi dokumen keimigrasian,” terang Imam.

Dari penangkapan tersebut, terdata ada 22 WNA asal Nigeria, 2 WNA asal Pantai Gading, dan satu orang WNA asal Afrika Selatan.

Menurut Imam, ke-25 WNA kulit hitam tersebut diamankan karena ada sebagian yang tidak mampu menunjukan dokumen keimigrasian.

Ada juga beberapa yang telah dilengkapi dokumennya namun, batas waktu tinggalnya sudah melebihi batas alias overstay.

“Dari 25 orang WNA ini enam orang memiliki passport yang masih berlaku tapi, izin tinggalnya sudah habis 30 hari. Lalu 19 orang lainnya tidak dapat menunjukan passport kebangsaannya,” kata Imam.

Untuk proses selanjutnya, pihaknya punya waktu 30 hari untuk menyelesaikan penyelidikan dan berkoordinasi dengan pihak kedubes dari negara masing-masing.

“Kita akan dalami lagi dan akan berkoordinasi dengam pihak kedutaan besar negara masing-masing. Kalau benar yang bersangkutan warga negaranya, maka akan kita deportasi,” tegas Imam. (pm/red)