Nih! Kata Walikota Tangsel Soal Warga Diminta Uang Oleh Oknum Kelurahan Pisangan Saat Mengurus Perijinan Bangunan

Nih! Kata Walikota Tangsel Soal Warga Diminta Uang Oleh Oknum Kelurahan Pisangan Saat Mengurus Perijinan Bangunan
Kantor Kelurahan Pisangan,Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan

NONSTOPNEWS.ID - Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie, telah menginstruksikan kepada anak buahnya untuk menindaklanjuti terkait persoalan warga diduga dimintai sejumlah uang oleh Lurah Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), saat hendak mengurus perijinan mendirikan bangunan.

“Saya sudah minta Camat untuk cek penyebabnya, dan lakukan pembinaan kepada Lurah,” singkat Benyamin, melalui pesan WhatsApp, Kamis (13/1/2022).

Terpisah, berdasarkan penelusuran lebih lanjut, salah seorang perwakilan warga yang berhubungan langsung dengan pihak Kelurahan Pisangan, saat proses pengurusan ijin bangunan, menuturkan perihal terakait.

“Awal itu terjadinya Pak Lurah tidak mau tanda tangan karena sedang objek yang ingin dibangun tengah dalam proses pengadilan. Tapi ketika sudah selsai kenapa pak lurah tidak mau tandatangan? Meski sebelumnya dia berjanji akan menandatangani setelah proses di Pengadilan selesai,” kata perwakilan tersebut, yang idientitasnya sengaja tidak disebut, dikawasan Pondok Cabe, Rabu (12/1/2022).

Lanjut sumber tersebut membenarkan mengenai adanya sejumlah uang yang diberikan kepada Lurah Pisangan yakni Tb Apriliadhi, untuk dapat membubuhkan tanda tangannya pada berkas perijinan bangunan dilingkungan.

“Saya sudah kasih 10 juta buat tandatangan, Pak Budi minta tambahin lah buat uang rokok.  Saya tambahin 5 juta jadi angka 15 juta, ternyata tidak mau tandatangan. Yang memeberikan uang itu adalah pemilik kepada pak Lurahnya. Namun, meski ada perjanjian akan ditandatangani setelah ada putusan pengadilan, tapi Lurah tetap tidak mau tandatangan. Malah menjadi bertambah jumlahnya jadi 50 juta, itu disampaikan oleh staf Lurah diruangan Lurah dan ada Pak Lurahnya,” terangnya.

“Karena Lurah tidak mau tandatangan, akhirnya pemilik minta kembalikan uang yang 15 juta, tapi hanya dikembalikan 12,5 juta, yang 2,5 sama saya,” sambungnya.

Sebelumnya, salah seorang warga Pondok Aren MW, yang hendak membangun rumahnya diwilayah Kelurahan Pisangan mengeluhkan sulitnya mengurus perizinan bangunan, khususnya saat meminta tanda tangan lurah setempat, perihal izin lungkungan.

MW menyampaikan, bahwa proses perizinan dilingkungan dan permohonan tanda tangan Lurah setempat sudah sejak tahun 2020 kemarin, namun hingga kini belum selesai, meski dirinya sudah memberikan sejumlah uang.

“Waktu itu pertama dia minta 10 juta, lalu Budi anak buahnya minta ditambahin uang bensin, saya kasih 15 juta. Pas mau tanda tangan pak Lurah nya manggil orang saya, katanya nggak mau seginih mah minta dinaikin, mintanya 50 juta, gak masuk akal buat saya,” ungkapnya, melalui sambung telpon selluler, Senin (10/1/2022).

Sementara, saat dikonfirmasi Lurah, TB Apriliadhi, menampik semua yang disampaikan oleh MW.

“Iya nanti tunggu sebentar, saya mau lihat dulu, kan itu ada keputusan pengadilan. Kalau soal uang, uang yang mana, justru saya bingung uang apaan? 5 juta yang mana, nggak ada, saya nggak megang. Jadi informasinya saya dikasih uang 15 juta, itu 15 juta buat apa, nanti saya krosscek buat apa? Narasumber harus bisa menjelaskan 15 juta untuk apa?” pungkasnya.(Kibo)