Dukung Pemerintahan Dilan, Kementerian Sekretariat Negara Luncurkan PINTAS KLTN

Dukung Pemerintahan Dilan, Kementerian Sekretariat Negara Luncurkan PINTAS KLTN
Grand Launching PINTAS KLTN di Gedung Krida Bakti, Selasa (2/8/2022)

NONSTOPNEWS.ID – Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) meluncurkan Portal Perizinan Tenaga Asing dan Fasilitas (PINTAS KTLN) di Gedung Krida Bakti dengan menerapkan protokol kesehatan, Selasa kemarin (2/8/2022).

Dikutip dari siaran pers Kemensetneg di laman resminya, https://www.setneg.go.id/ dijelaskan bahwa PINTAS KTLN adalah upaya terbaru dari Kemensetneg sebagai showcase of the nation dalam Pemerintahan Dilan (Digital Melayani), untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi informasi yang transparan dan aksesibel.

PINTAS KTLN merupakan aplikasi untuk mempermudah dan mempercepat proses penerbitan surat persetujuan penugasan dan rekomendasi fasilitas keimigrasian tenaga asing dalam kerangka kerja sama teknik.

Bermitra dengan Ford Foundation, Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri (Biro KTLN), Kemensetneg berupaya mewujudkan layanan perizinan bagi tenaga asing menjadi digital, mudah, cepat dan dapat diakses dari mana saja, tidak hanya itu, aplikasi ini dapat mempermudah koordinasi lintas kementerian serta menjembatani proses sharing data dalam proses pengawasan tenaga asing di Indonesia.

Dalam sambutannya, Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri (KTLN), Noviyanti, menyampaikan bahwa PINTAS KTLN diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak internal Kemensetneg, seluruh Kementerian/Lembaga, dan para mitra pembangunan yang berkepentingan dalam penugasan tenaga asing di Indonesia, baik mitra pembangunan bilateral, multilateral, lembaga kebudayaan asing dan organisasi non-pemerintah.

“PINTAS kami harapkan dapat menjadi salah satu parameter pengelolaan kerja sama pembangunan”, ucap Noviyanti.

Country Director Ford Foundation Indonesia, Alexander Irwan, yang diwakili oleh Esther Ana Parapak menyampaikan bahwa program trasnformasi digital selaras dengan priooritas Pemerintah dalam G20. Tata kelola digital tidak hanya akan meningkatkan daya saing tapi juga transparansi dan akuntabilitas pemerintah sehingga kepercayaan publik meningkat.

Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama dalam sambutannya menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapai pada era digital saat ini harus disikapi dengan tepat sehingga kemanfaatannya dapat dirasakan secara luas oleh semua pihak, dari Sabang sampai Merauke.

“Smart government terus diupayakan melalui penciptaan ekosistem inovasi yang kreatif, terbuka dan lincah”, ucap Setya Utama.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis kartu PINTAS dari Country Representative Ford Foundation Indonesia, Alexander Irwan kepada Sekretaris Kementerian, Setya Utama. Direktur Hubungan Kelembagaan, Bank Mandiri, Rohan Hafas turut pula menyerahkan kartu kepada Seskemensetneg, Setya Utama serta Country Representative Ford Foundation Indonesia, Alexander Irwan. Kartu PINTAS ini adalah kartu identitas tenaga asing yang merupakan salah satu keluaran aplikasi PINTAS KTLN.

Selanjutnya dilaksanakan juga simulasi PINTAS KTLN oleh Biro KTLN dan melibatkan para undangan dari K/L dan mitra pembangunan asing. Simulasi ini dilakukan untuk memperkenalkan cara penggunaaan PINTAS KTLN kepada K/L dan mitra pembangunan asing.

Perwakilan dari beberapa mitra pembangunan menyampaikan bahwa mereka sangat mengapresiasi peluncuran PINTAS KTLN yang akan mempermudah dan mempercepat proses perizinan tenaga asing di Indonesia. 

Kegiatan yang dihadiri oleh 200 orang peserta secara offline dan disiarkan secara langsung melalui youtube Kemensetneg ini, turut dihadiri oleh Deputi Bidang Administrasi, Sekretariat Wakil Presiden, Guntur Iman Nefianto, Staf Ahli Bidang Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Nandang Haris, serta mitra Kementerian/Lembaga. Selain itu hadir juga pada pelucuran PINTAS, mitra pembangunan bilateral (Australian Embassy, DFAT, GIZ, USAID, DAAD, Japan Foundation, AFD, KOICA, JICA, British Council, KfW, Korea Embassy, KIFC), Badan PBB (UNHCR, ILO, UNDP, UNIDO, UNICEF, UNIC, WHO, UNFPA, FAO, WFP, IOM, ITU, the World Bank, UNESCO), Organisasi Internasional Non-PBB (ASEAN, EDCF, WFP, ICRC, ICC, GGGI, AHA Center, IFC, DEG, ADB, IsDB, ERIA, CPOPC), dan Organisasi Internasional Non Pemerintah (Oxfam, MSC, CBM Global, KAS, Winrock International, AHF, Mercy USA, CHAI, FNS, Childfund International, FFI, NLR, CWS, MWL, FES, WCS, JHPIEGO, HSF, WN, FZS, OISCA, SNV, Rikolto, SFPF, OFI, GAIN). (1st)

 


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS