Bikin Geram, Masyarakat Masih Tunggu Jawaban Soal Kenaikan Tarif Parkir di Pekanbaru

Bikin Geram, Masyarakat Masih Tunggu Jawaban Soal Kenaikan Tarif Parkir di Pekanbaru
Foto: Ketua Gerakan Pemuda Al Washliyah Riau, Safrizal Nasution (kiri) dan Aktivis kebijakan publik, Boyke Hutasoit (kanan)

NONSTOPNEWS ID - Dasar kenaikan tarif parkir tepi jalan umum (onstreet) di Kota Pekanbaru hingga saat ini masih menjadi polemik dan memicu kegeraman sejumlah elemen masyarakat di kota ini.

Karena faktanya, kebijakan kenaikan tarif parkir itu tidak hanya sebatas cacat dasar pijakan hukumnya saja, tetapi kebijakan tersebut juga dinilai tidak tepat diterapkan di tengah kondisi ekonomi masyarakat saat ini yang baru pulih dari terpaan pandemi covid.

Hal itulah yang membuat Ketua Gerakan Pemuda Al Washliyah Riau, Safrizal Nasution mengungkapkan kekesalannya. Menurut Safrizal, kebijakan menaikkan tarif parkir onstreet ini bisa dikatakan sebagai bentuk arogansi Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru yang tak peduli dengan kondisi masyarakat saat ini.

"Saya merasa ini adalah bentuk arogansi dan ketidak pedulian Pemerintah Kota Pekanbaru atas kondisi masyarakat saat ini, dimana masyarakat dalam kondisi sulit secara ekonomi," ketus Safrizal kepada Nonstopnews.id, Sabtu (17/9/2022).

Lanjutnya, disayangkan, berkaca pada persoalan tersebut, terlihat bahwa pola kebijakan pembangunan di kota ini berjalan secara top down, dan sama sekali tidak memedulikan (menyerap,red) aspirasi masyarakat.

"Jawaban yang disampaikan oleh Pj Wali Kota Pekanbaru terkait dengan kenaikan tarif parkir yang kita baca dibeberapa media menunjukkan ketidak mampuan beliau dalam menyikapi aspirasi dan keinginan masyarakat Pekanbaru,"ungkap Safrizal.

Mantan Sekretaris KNPI Kota Pekanbaru periode 2015-2022 ini juga menyarankan supaya Penjabat (Pj) Wali Kota Muflihun bisa bertindak tegas untuk menggugurkan kebijakan kenaikan tarif parkir yang sudah keluarkannya agar tidak memicu gejolak di masyarakat.

"Harusnya Pj Wali Kota menunda atau membatalkan kenaikan tarif parkir ini, karena ini akan memicu persoalan baru, dan ketidakstabilan di masyarakat. Tapi yang ditampakkan seolah olah ia tidak punya kewenangan, dan saya sangat menyesalkan atas statemen Pj Wali Kota yang mengatakan, ia tidak bisa berbuat apa apa atas kenaikan tarif parkir ini," lanjutnya.

Di tempat terpisah, aktivis kebijakan publik, Boyke Hutasoit melihat kenaikan tarif parkir onstreet ini dari sisi yang berbeda, dalam penilaiannya sikap Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Pekanbaru, Yuliarso, yang terkesan abai dengan permintaan tunda dari Pj Wali Kota atas kenaikan tarif parkir di Kota Pekanbaru.

"Sebenarnya Pj Wali Kota tidak diam, beliau sudah meminta untuk menunda kenaikan tarif parkir, tetapi Yuliarso terkesan abai terhadap perintah tersebut, sikap Yuliarso ini mau mengatakan dia lebih punya power dari PJ Wali Kota, sikap dia ini saya maklumi karena dia sadar dan paham betul "power" orang-orang yang ada di belakang penikmat retribusi parkir ini," kata Boy. (Dian)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS