Aktivis 98, Ahmad Dayan Lubis: Mengapa Ubed Perlu Didukung

Aktivis 98, Ahmad Dayan Lubis: Mengapa Ubed Perlu Didukung
Ahmad Dayan Lubis, Aktivis 98, Alumni UIN Syahid Jakarta

NONSTOPNEWS.ID – Sepekan lalu, dua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming dan Kaesang pangarep, dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Keduanya dilaporkan atas dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Adapun laporan tersebut disampaikan oleh dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) juga dikenal sebagai aktivis 98, Ubaidilah Badrun.

Bahkan, Ubedilah juga meminta KPK untuk memanggil Presiden Jokowi yang dinilai bisa  menjelaskan keterkaitan dua anaknya atas kasus yang dilaporkan tersebut. “Kami minta kepada KPK untuk menyelidiki dan meminta kepada KPK agar menjadi terang benderang dan bagaimana kemudian bila perlu Presiden dipanggil untuk menjelaskan posisi ini,” ujar Ubedilah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (10/1/2022) lalu.

Usai melaporkan Gibran dan Kaesang, Ubed sapaan akrab Ubedilah Badrun mengaku mendapatkan banyak teror . Ia juga dilaporkan ke polisi oleh relawan Jokowi Mania (JoMan) dengan tuduhan ftinah dan pencemaran nama baik.


Tanggapan dan dukungan aktivis 98

Salah seorang aktivis 98, yang saat ini bemukim di Medan, Sumatera Utara, Ahmad Dayan Lubis secara pribadi mendukung langkah yang dilakukan Ubedilah.

Mengapa Ubelidah perlu dikukung? Ini beberapa alasan yang dikedepankan Ahmad Dayan dan disampaikan secara tertulis kepada Nonstopnews Senin, 17 Januari 2022, kemarin:

  1. Karena beliau orang yang dengan sungguh sungguh membantu seorang Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yaitu bapak Jokowi menjalankan tugasnya terkait deng an upaya mengatasi korupsi, kolusi, dan nepotisme
  2. Selaku Presiden Jokowi sudah menyampaikan tekadnya secara langsung atau tidak untuk membersihkan negara dari praktik KKN serta menegakkan hukum tanpa pandang bulu
  3. Pemberantasan KKN merupakan amanah konstitusi, amanah Reformasi di mana salah satu tokohnya adalah saudara Ubedilah Badrun. Rekam jejaknya jelas.
  4. Beliau seorang tokoh yang nyata, bukan fiktif sehingga beliau paham betul dan merasakan sprit perjuangan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat untuk keluar dari situasi KKN yang mendera Orde Baru ketika itu dan karena itu banyak pihak yang terwakili oleh beliau tentang amanah reformasi dan tentu saja mendukungnya.
  5. Selama KKN masih mendominasi kehidupan berbangsa, mayoritas wong cilik akan semakin menderita karena yang muncul adalah pemimpin di berbagai bidang yang kawe kawean (bukan yang terbaik) yang diuntungkan oleh praktik KKN
  6. Tentang laporan yang disampaikan oleh saudara Ubedilah Badrun ke KPK dijamin oleh konstitusi yaitu masyarakat berperan serta memberantas KKN
  7. Apakah laporan itu terbukti setelah diteliti team KPK, biarlah KPK melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya.
  8. Melaporkan balik si pelapor (saudara Ubedilah Badrun) padahal KPK belum mengeluarkan hasil penyelidikannya menunjukkan indikasi kuat pelanggaran terhadap urutan proses hukum dan jelas mencederai wajah penegak hukum dan melampaui wewenang lembaga resmi negara (KPK) dan terindikasi merendahkan institusi resmi negara
  9. Para akademisi hukum dan praktisi hukum selalu mengatakan persamaan di depan hukum, hukum harus ditegakkan meski langit akan runtuh, hukum adalah panglima. Inilah antara lain saatnya untuk mendukung dan mengaplikasikan slogan itu.

Diakhir pernyataan tertulisnya tersebut, Dayan Lubis yang juga Alumni UIN Jakrta ini mengatakan, dirinya percaya bahwa Ubed tulus, tanpa tendesi politik dan sekedar mencari popularitas sebagaimana yang dituduhkan.

“Saya percaya bahwa niat saudara Ubedilah Badrun tulus, saya percaya dua putra presiden dan presiden sendiri melihat itu dari sisi "saling mengingatkan" Karena manusia bisa lupa. Sering terjadi ucapan terimakasih kepada yang telah mengingatkan,” tulis Dayan.  (1st)

 


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS