Video Call Terakhir, Pemuda Ini Temukan Firasat Buruk Sebelum Kekasihnya Dibunuh 

(rn|nonstopnews.id)

PERIUK - Pembunuhan sadis satu keluarga, Ema (40) beserta kedua anaknya, Nova (22) dan Tiara (11) di perumahan Taman Kota II Periuk Kota Tangerang, Senin (12/2/2018) kemarin, menyisakan kesedihan bagi Luthfi (22), yang bulan maret mendatang merencanakan pernikahan dengan Nova.

Dirinya harus meratapi dan menerima kenyataan bahwa, gadis yang didambakan jadi istrinya, harus terbujur kaku menjadi korban pembunuhan sadis oleh bapak tirinya sendiri, Effendi (55). 

Melalui video call (panggilan video) Lutfhi mengaku ada yang berbeda dan memiliki firasat saat berkomunikasi terakhir dengan Nova, Minggu (11/2/2018) malam. 

“Waktu video call itu saya lihat wajahnya ada yang berbeda. Dia tak seperti Nova yang biasanya, seperti ada menyembunyikan sesuatu,” kata Luthfi lirih di RSUD Tangerang untuk melihat jenazah kekasihnya, Selasa (13/2/2018).

Dalam panggilan video call tersebut, Luthfi merasa ada yang aneh dan mengganjal dan berakibat dirinya memikirkan Nova setelah komunikasi Minggu malam tersebut.

"Raut mukanya benar-benar beda, saya juga mikir ada apa sama dia. Dari situ perasaan saya nggak enak," ujar Lutfhi.

Karena dilanda pikiran tidak enak tentang kekasihnya, Lutfi pun Senin pagi bergegas datang ke rumah Nova. Kaget bukan kepalang, begitu sampai dengan melihat rumah penuh warga, bahkan ada polisi. 

“Ternyata Dia (Nova) sudah meninggal,” ujarnya dalam sambil menghirup dalam nafasnya.

Pemuda ini pun bercerita, menjalin hubungan selama 1 tahun, Ia menilai kekasihnya sebagai perempuan yang baik dan sangat peduli pada orang yang mengalami kesusahan. Kini, Polisi menjerat Effendi dengan Pasal 338 KUHP junto Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. (rn)