Pakai Mesin Cuci, Ratusan Kilogram Sabu dan Ribuan Ekstasi di Dadap Terciduk 

(hw|nonstopnews.id)

TANGERANG - Tim Satgassus Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Tangerang Selatan berhasil menangkap jaringan peredaran narkoba jaringan Malaysia - Jakarta. Sebanyak 239,785 kg sabu dan 30.000 butir ekstesi diamankan dari  sindikat internasional tersebut dengan modus menggunakan 12 buah mesin cuci.

Penyergapan dilakukan di Komplek Pergudangan Harapan Dadap Jaya No. 36 E12, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Ada empat pelaku yang berhasil diamankan.

Jaringan ini dikendalikan oleh empat pelaku asal negeri jiran Malaysia, satu diantaranya ditembak mati. Mereka yang berhasil diamankan antara lain. Lim Toh Hing alias Mono (WN Malaysia, tewas ditembak), Joni alias Marvin Tandiono, Andi alias Aket bin Liu Kim Long dan Indrawan alias Alun (tahanan di LP Cipinang).

"Tim melanjutkan pengembangan lalu pada pukul 21.30 WIB menangkap Andi alias Aket di Jalan Raya Perancis Dadap," kata Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian dalam keteranganya kepada wartawan di Gedung Promoter, Mapolda Metro Jaya, Senin (12/2/2018).

Sementara itu, menanggapi maraknya peredaran narkotika di pergudangan di wilayah Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang membuat kepolisian dalam hal ini Polsek Teluknaga merasa kecolongan. 

"Kalau dibilang kecolongan sih memang, maka dari itu kami akan terus meningkatkan pengawasan," ungkap Kapolsek Teluknaga, AKP Fredy Yuda Satria, Senin (12/2/2018).

Gudang - gudang tersebut lanjut kapolsek, kerap dijadikan tempat untuk menaruh barang laknat. Sebab lokasinya memang sangat strategis.

"Komplek gudang di Dadap memang sangat memungkinkan, karena keberadaannya dekat laut dan Bandara Internasional Soekarno Hatta," ucapnya.

Fredy menjelaskan di daerah tersebut banyak gudang - gudang yang tidak terpakai. Sehingga jaringan narkotika internasional memanfaatkannya untuk melakukan transaksi peredaran.

Ia menuturkan akan melakukan pengawasan dari sisi jalur laut. Hingga menerapkan jaringan informan di titik - titik rawan penyelundupan.

"Kami juga akan terus berkoordinasi serta pengawasan melekat terhadap pemilik gudang yang berada di wilayah Dadap dan sekitarnya," imbuh Fredy.

Akibat perbuatannya itu para tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) Undang - undang RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya pidana mati, penjara seumur hidup atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun kurungan penjara. (hw)