Bisa Jadi Penyakit, Ini Trik Sehat Menikmati Es Kepal Milo

(ilustrasi/ist)

Oleh : Novita Permatasari

TANGERANG - Es Milo Kepal yang kini tengah populer memang menggoda untuk dicoba. Tapi awas, si manis ini bisa jadi sumber penyakit. Yuk, intip trik sehat menikmatinya.

Akhir-akhir ini banyak jenis makanan dan minuman kekinian yang menjadi tren baru karena rasa dan tampilan yang menggugah selera. Es Kepal Milo yang kini tengah diburu para pecinta kuliner, salah satunya.

Sayangnya, bahan-bahan untuk membuat Es Kepal Milo mengandung kadar kalori yang tinggi. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda tahu cara menyiasatinya agar tetap dapat menikmatinya dan tetap sehat.

Makanan yang sedang populer ini diberi nama kepal karena terdiri dari es serut yang ukurannya seperti kepalan tangan. Sekepal es serut kemudian disiram dengan saus cokelat super kental yang terbuat dari Milo dan diberi taburan aneka topping. Taburan yang ditawarkan mulai dari sereal Milo, remah biskuit, kacang, hingga choco chip.

Beberapa waktu yang lalu, akun instagram @thistemporary mengunggah sebuah foto Es Kepal Milo dengan rincian jumlah kalori setiap bahan-bahannya. Disebutkan dalam satu porsi Es Kepal Milo ternyata mengandung sebanyak 926 kalori yang notabene melebihi batas asupan kalori manusia dalam sehari.

Hal ini diamini oleh dr. Melyarna Putri dari Klikdokter. Dengan menggunakan resep 5 sendok teh susu Milo, 2 sendok teh kacang, 1 sendok teh bubuk cokelat, dan 90 gram susu kental manis, minuman manis tren ini mengandung kalori sebesar 7997.7 kkal. Perhitungan tersebut menggunakan metode Nutrisurvey 2007.

Seporsi Es Kepal Milo tersebut sudah mengandung kalori yang cukup besar. Belum lagi, kalori yang akan Anda konsumsi saat makan pagi, siang, dan malam hari. Pola makan seperti inilah yang membuat kasus obesitas dan diabetes di Indonesia masih terbilang tinggi. Sebab kesadaran masyarakat akan asupan gula dan kalori harian pun belum terlalu dipedulikan.

Batasan asupan gula per hari

Menurut WHO, batasan konsumsi gula tambahan harian adalah 25 gram per hari baik pria maupun wanita. Selain itu, menurut American Heart Association (AHA), batasan konsumsi gula tambahan bagi pria adalah 36 gram atau setara 9 sendok teh. Untuk wanita, batas asupan yang disarankan adalah 24 gram atau setara dengan 6 sendok teh.

Batasan konsumsi gula yang dimaksud di sini menurut dr. Sara Elise Wijono, M. Res dari Klikdokter, ditujukan untuk konsumsi gula tambahan yang berasal dari berbagai makanan serta minuman olahan dan siap saji. Selain itu juga dari penggunaan pemanis seperti gula pasir, gula merah, palm sugar dan sejenisnya.

“Konsumsi gula tambahan sebenarnya tidak memberikan manfaat kesehatan selain tambahan asupan kalori. Di sisi lain, tubuh sebenarnya bisa mendapatkan asupan gula alami yang cukup dari makanan yang dikonsumsi setiap harinya seperti buah-buahan, sayuran, hingga roti,” jelas dr. Sara.

Menurutnya, setiap camilan sebaiknya tidak memiliki kalori yang melebihi makanan utama. Dalam sehari, setidaknya orang membutuhkan kalori antara 1.200–1.500. Jadi, sebaiknya kalori dari camilan jangan sampai sama atau bahkan melebihi kalori makanan utama. Artinya, Es Kepal Milo boleh dikonsumsi asal tak melebihi 20 persen dari 250 kalori untuk sekali santap.

Trik tetap sehat mengonsumsi Es Kepal Milo

Bierley Horton yang merupakan direktur dari Cooking Light’s Food menyampaikan bahwa konsumsi gula terlalu banyak dapat membuat Anda merasa lapar dan menginginkan makanan manis kembali. Oleh sebab itu, dalam mengonsumsi Es Kepal Milo, Anda sebaiknya melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Makan bersama teman

Kandungan 926 kalori yang terdapat pada Es Kepal Milo melebihi batas batas asupan kalori dan gula per hari. Jadi, ada baiknya Anda menikmati kudapan ini tidak sendiri. Nikmati dengan sekitar 3–4 orang agar asupan kalori Anda tidak berlebih.

2. Dampingi dengan protein dan serat

Asupan makanan yang mengandung protein dan serat dapat menyeimbangkan gula darah. Anda dapat mengonsumsi apel, kacang-kacangan, dan sayuran. Hal ini sebaiknya dilakukan untuk mengurangi rasa lapar dan ketagihan untuk mengonsumsi makanan manis lebih banyak.

3. Konsumsi makanan dengan probiotik

Penelitian dari Oregon State University Amerika Serikat melaporkan bahwa bakteri jahat dalam usus ternyata mampu merespons asupan gula dengan cepat. Dalam jangka panjang, kondisi ini akan berdampak buruk bagi kesehatan Anda.

Hal ini dapat diatasi dengan mengonsumsi asupan yang mengandung probiotik, seperti yoghurt, keju, hingga acar atau asinan yang mampu mengantarkan bakteri baik sebagai penyeimbang dalam usus.

4. Banyak minum air minum

Untuk menetralisir konsumsi gula berlebih, ada baiknya Anda memperbanyak asupan air minum. Hal ini juga untuk mengurangi risiko Anda terkena dehidrasi.

5. Rutin olahraga

Agar tubuh tetap sehat dan bugar, ada baiknya Anda tetap rutin berolahraga untuk membantu membakar kalori yang dikonsumsi. Dengan demikian, Anda akan terhindar dari risiko obesitas atau kegemukan.

Mencoba menu terbaru yang sedang menjadi tren, seperti Es Kepal Milo, memang tidak salah. Tapi ingat, jangan sampai Anda mengabaikan masalah kesehatan. Agar tetap sehat dan aman, Anda bisa mengikuti trik di atas. Yuk, konsumsi gula dengan bijak! (klikdokter/hw)