Pungli! Lurah Paninggilan Digerayangi Kejaksaan

(ilustrasi/ist)

TANGERANG- Lurah Paninggilan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang diduga memungut biaya dari warga untuk program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL). Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku pihaknya dipungut biaya sebesar Rp 2 juta rupiah untuk mendapatkan program PTSL tersebut.

“Kita dipungut biaya bervariasi, ada yang dua juta hingga tiga juta rupiah, dan masyarakat di sini sudah mulai kesal dengan keadaan tersebut, katanya gratis ini kok malahan bayar,”katanya kepada wartawan, Rabu (11/4/2018)

Untuk memungut biaya tersebut, ia menuding lurah menggunakan tangan orang lain dari salah seorang anggota kelompok swadaya masyarakat (KSM) atau Pokmas untuk selanjutnya disetorkan kepada lurah.

“Pokmasnya bilang sendiri sama kami, ini duit buat lurah. Dan parahnya lagi, itu Pokmas nggak kebagian sehiingga melaporkann ke Kejaksaan,” jelasnya. Salah seorang anggota Pokmas yang juga enggan disebutkan namanya membenarkan perihal lurah yang telah dilaporkan ke Kejaksaan ini.

Bahkan menurutnya sudah banyak masyarakat di kelurahan Paninggilan yang diminitai klarifikasi oleh pihak kejaksaan terkait dugaan tersebut. “Termasuk kami juga telah dimintai klarifikasi oleh kejaksaan, ini sebenarnya masalah kecil yang terlalu dibesar-besarkan, intinya mah ada beberapa masyarakat yang kecewa dengan kinerja BPN yang lamban dalam membuat sertifikat sehingga ada gesekan antar panitia dan warga,”jelasnya.

Sementara itu Lurah Paninggalan, Mas’ud, saat dikonfirmasi via pesan singkatnya membenarkan perihal dirinya dilaporkan, bahkan ia menyebut bukan hanya dirinya yang dilaporkan ke Kejaksaan. “Yang dilaporkan banyak. Semua sudah diperiksa,” singkatnya

Bahkan Mas'ud menantang wartawan untuk membuka identitas warga yang melaporkannya ke kejaksaan agar pihaknya dapat menyelesaikan sengketa tersebut secara kekeluargaan.

“Kalau anda mau klarifikasi tidak sepihak. Kelompok masyarakat saya cari tau siapa yang melapor. Tunjukan identitasnnya ke saya biar duduk bareng. Permasalahannya apa dan dimana. Mereka merasa dirugikan dengan saya,” kata Mas’ud dalam pesan singkatnya, Kamis (12/04/2018).

Menurutnya hal tersebut dinilai perlu, lantaran semua permasalahan itu sudah selesai jauh sebelumnya. “Sebetulnya sudah clear,”pungkasnya.(AK)