Kampung Iklim Jadi Solusi Permasalahan Lingkungan di Kota Tangerang

(Istimewa)

TANGERANG-  Beberapa program unggulan mengenai isu perubahan iklim di lakukan Pemkot Tangerang. Hal tersebut dilakukan agar seluruh komponen masyarakat di Kota Tangerang dapat menghadapi perubahan iklim.

Di antaranya penghijauan yang meliputi program Tangerang Bersih, Tangerang Sehat, dan Pengelolaan. Karenanya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang membuat kampung iklim di setiap Rukun Warga (RW). tentu saja ini dilakukan dalam rangka mengatasi permasalahan yang meliputi banjir, genangan air, kebersihan, dan pengelolaan limbah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi, mengatakan, kampung iklim berfungsi membuat lingkungan bersih, nyaman, hijau dan bebas banjir. "Kampung iklim dibangun di tingkat RW dalam rangka penyesuaian dan penurunan perubahan iklim secara kesinambungan," ujar Engkos, Kamis (12/4).

bahkan, pihaknya telah mengumpulkan sebanyak 995 ketua RW se-Kota Tangerang. “Kami ingin menjadikan ketua RW sebagai pelopor penuntasan masalah lingkungan dan pengangguran lewat program Kampung Iklim Bebas Banjir dan Kampung Pemuda Mandiri,” katanya.

Menurutnya, seluruh warga diajak untuk bergotong-royong dan bersinergi dengan pihak Pemkot dan kalangan swasta, dalam menjaga kondisi lingkungan. "Program ini, sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat setempat," jelasnya.

Engkos mengatakan, terdapat tiga komponen utama dalam penciptaan kampung iklim. "Adapun ketiganya yaitu, mitigasi, adaptasi dan kelompok masyarakat yang mendapatkan dukungan berkelanjutan," bebernya.

Pemkot Tangerang sendiri, kata Engkos, telah membuat 11 program kegiatan meliputi urban farming, penghijauan, penghematan energi, sumur resapan, biopori, penataan lingkungan, pengolahan air limbah, bank sampah, pengurangan sampah disumber, komposting dan tanaman obat keluarga (Toga).

"Melalui 11 program unggulan ini, kami mengajak masyarakat untuk menjadi garda terdepan dalam mengatasi masalah lingkungan," tambahnya.

terkait Urban Farming, Engkos menambahkan, bahwa konsep pertanian model ini disesuaikan dengan kondisi perkotaan. Tujuannya, mensukseskan ketahanan pangan yang sehat dan aman serta pelestarian lingkungan. "Pemkot Tangerang telah menggulirkan urban farming atau Tangerang berkebun sejak tahun 2014 dan membentuk ratusan kelompok tani," ucapnya.

Selanjutnya, solusi mengatasi banjir adalah membangun sumur resapan turut digalakan di lingkungan permukiman. Sebanyak 290 sumur resapan ditargetkan terbangun dalam program kampung iklim. "Pembuatan sumur resapan telah dilakukan beberapa tahun terakhir dan mampu mengatasi genangan di permukiman," paparnya.

Dalam rangka mengurangi genangan air di kawasan permukiman, Pemkot Tangerang telah mencanangkan seribu lubang biopori di berbagai lokasi mulai di sekolah sampai gedung pemerintahan. "Sampai dengan saat ini, program ini terus dijalankan. Bahkan, diameter lubang juga diperbesar," tukasnya.(Advetorial)