Kandang Kambing Dijadikan Tempat Pengoplos Gas, Polisi Sita 1300 Tabung

(resna|nonstopnews.id)

TANGERANG –Polrestro Tangerang menggerebek rumah yang dijadikan tempat pengoplos ratusan tabung elpiji bersubsidi di Desa Lebak Wangi No 6 RT 05/02, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Jumat (2/2/2018).

Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan mengatakan, modusnya adalah memindahkan isi gas bersubsidi ke dalam tabung gas nonsubsidi. Ribuan tabung gas elpiji berbagai ukuran berhasil diamankan petugas dilokasi penggerebekan.

“Ada 1.300 tabung, 500 tabung sudah terisi penuh dan 800 tabung dalam proses penyuntikan. Modusnya gas 3 kilogram dikumpulkan dijadikan satu ke tabung 12 kilogram,” kata Harry didampingi Kasat Reskrim AKBP Deddy Supriyadi dilokasi.

Dari penggerebekan ini, polisi menangkap Chandra alias Roy (33), yang diketahui sebagai pemilik. Berikut 'ahli oplos' Wanti Purba (45) serta asistennya Diki (24), Ahmad Fauzi (22), dan Soleh (37).

“Ada 5 tersangka diamankan, salah satunya pemilik, 4 pekerja termasuk orang ahli menyuntik,” jelas kapolres.

Harry menjelaskan, dari praktik ilegal ini, Roy meraup keuntungan sebesar Rp 50 juta perbulan. Saat ini anggotanya tengah mendalami keterangan para tersangka di Mapolres Metro Tangerang.

“Dari mana gas bersubsidi didapat tersangka, sudah berapa lama beroperasi dan apakah ada keterlibatan agen gas elpiji, ini semua masih kita kejar,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Deddy Supriyadi menambah, pengungkapan kasus ini dilakukan atas informasi warga setempat. Saat itu warga sekitar kerap mencium aroma gas elpiji di dekat rumah tersangka.

“Bermula dari warga yang penasaran terhadap aroma gas yang tercium disekitar rumah tersangka. Padahal dalam pagar rumah itu hanya ada kandang kambing, tapi tercium aroma gas seperti ada aktivitas pengisian gas,” sambung Deddy.

Informasi itu kemudian ditindaklanjuti, dimulai pengintaian hingga penggerebekan. Pada saat penangkapan terjadi, para ‘dokter’ itu tengah bekerja memindahkan isi gas bersubsidi ke tabung gas nonsubsidi.

“Kita amankan juga dua unit mobil pickup serta selang regulator yang digunakan untuk memindahkan isi tabung gas,” imbuh Deddy.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 9 ayat (1) huruf d UU Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen Jo Pasal 55 KUHP.

“Adapun hukumannya diatasi 5 tahun penjara dan denda Rp2 miliar,” pungkas Deddy. (res)