Jaringan Judi Togel di Mauk Beromset Ratusan Juta  Digerebek Polda Banten

(ilustrasi/ist)

MAUK - Jaringan judi toto gelap (Togel) Singapura yang beroperasi di wilayah Kabupaten Tangerang digerebek Reserse Mobile (Resmob) Polda Banten.

Penggerebekan ini terjadi di rumah agen judi togel di Desa Sasak, Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang.  Kali ini, Tim Resmob berhasil mengamankan 5 tersangka yang terdiri dari agen/pengepul, pengecer dan pengambil rekapan.

Mereka adalah Suk alias Setro (50 tahun), dan AS (20 tahun), keduanya warga Desa Sasak, Kecamatan Mauk. Sam (29 tahun), warga Desa Gunungsari, Kecamatan Mauk, MH (27 tahun), dan TH (26 tahun), warga Desa Rajeg Pabuaran, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Dari ke lima tersangka, petugas mengamankan barang bukti 3 unit HP serta uang taruhan sebanyak Rp 1.010.000.

“Dari lima orang yang kita amankan ini, tersangka Suk alias Setro merupakan agen togel yang memiliki sejumlah pengecer. Dari para pengecer yang tersebar di sejumlah daerah di Kabupaten Tangerang ini, omset judi togel sekitar 200 hingga 300 juta perbulan,” ungkap Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Banten, AKBP Sofwan Hermanto di Kota Serang kepada wartawan pada Sabtu, (5/5/2018).

Dikatakan AKBP Sofwan, selain Suk yang berperan sebagai agen, empat tersangka lainnya merupakan buruh yang nyambi menjadi pengecer dan pengepul rekapan nomer judi. Ke empat tersangka ini mengaku terpaksa menjadi pengecer dan pengepul rekapan togel karena ingin mendapatkan uang tambahan untuk biaya hidup.   

“Sebenarnya empat tersangka memiliki pekerjaan tetap namun demi untuk mendapatkan uang tambahan, mereka mencari jalan pintas membantu bandar judi menjual kupon togel,” ungkap Sofwan Hermanto.

Lebih lanjut dikatakan, penangkapan para tersangka perjudian togel  ini bermula dari informasi masyarakat yang mulai resah karena wilayahnya telah dijadikan tempat peredaran togel.

Bisnis judi togel yang dikelola tersangka Suk ini diketahui sudah beroperasi selama 1 tahun. Berbekal dari laporan tersebut, Tim Resmob yang dipimpin AKBP Asep Sukandarisman langsung bergerak untuk menindaklanjuti laporan.

"Masyarakat mengaku resah karena lingkungan tempat tinggalnya dijadikan arena perjudian yang berjalan sekitar 1 tahun. Warga sempat mengingatkan agar Suk menghentikan bisnis judi itu, namun permintaan masyarakat itu tidak pernah gubris. Begitu masyarakat memberikan laporan, kami langsung tindaklanjuti," ungkap Kasubdit.

Setelah dilakukan pengintaian, Tim Resmob langsung melakukan penggerebakan dan berhasil mengamankan tersangka Suk bersama jaringan dirumahnya. Tersangka bersama barang bukti tersebut, langsung digelandang ke Mapolda Banten untuk dilakukan pemeriksaan.

“Saat penangkapan, tersangka Suk baru saja menyetor uang taruhan kepada seorang bandar. Sudah diketahui identitasnya namun kami tidak bisa sebutkan identitasnya karena untuk memudahkan Tim Resmob melakukan penangkapan,” pungkas Sofwan. (ibc/dr)