Setahun Datang Ribuan, Dideportasi Cuma 37 Orang TKA Asal China

nonstopnews.id/blog

TIGARAKSA- Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Tangerang, tak menampik bila jumlah dan keberadaan Tenaga Kerjha Asing (TKA) di Kabupaten Tangerang semakin bertambah jumlahnya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Tenaga Kerja pada Disnaker Kabupaten Tangerang, Tifna Purnama.

Meski demikian, Tifna juga mengaku bila hingga kini dirinya belum dapat menjelaskan secara rinci berapa jumlah TKA yang ada di Kabupaten Tangerang saat ini.

“Jika ada TKA yang dikrekrut dan dibawa dari negara asalnya, harus dilakukan pengawasan oleh Imigrasi. Kita perlu tahu juga, mereka datang ke Indonesia dengan cara legal atau ilegal,” ujarnya.

Tifna juga meminta, agar serikat buruh yang mengetahui adanya pelanggaran di lapangan, terkait TKA, bisa secepatnya melaporkan ke instansi terkait yang berwenang menangani hal tersebut.

Banjir Tenaga Asing pun terjadi di Kabupaten Serang yang mencapai  1.471 orang. Kebanyakan, TKA di Kabupaten Serang berasal dari China. Sayangnya, Dinas tenaga kerja setempat pun tidak mengetahui jumlah pasti. Mereka hanya berdasarkan perkiraan data yang masuk.

“Paling banyak dari China, tapi jumlah pasti ada di kantor. Kebanyakan di sektor industri, kedua infrastruktur di tenaga listrik, mereka tenaga ahli, bukan pekerja kasar,” kata Timbul Pardede, Kepala Imigrasi Serang, Kamis (26/04/2018).

WNA yang telah di deportasi dari Kabupaten Serang sepanjang tahun 2017 berjumlah 37 orang. Lalu, sejak Januari hingga April 2018 ini, yang baru di deportasi berjumlah enam orang.

“Yang di deportasi tahun ini ada enam, semuanya ke China. Mereka datang menggunakan visa berkunjung, tapi mereka bekerja di sini,” ujarnya.

Pemerintah mengaku dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomo 20 tahun 2018 yang berisikan 10 bab dan 39 pasal, yang membahas mengenai TKA, dianggap tak membunuh pekerja lokal.

Pemerintah mengeluarkan kebijakan itu dengan tujuan mempermudah proses administrasi TKA. Salah satu tujuan lainnya menambah jumlah investasi yang masuk dan mengontrol jumlah TKA yang ada.(AK)