Setelah 5 Tahun Melalui Negara Perantara, Buah Manggis Indonesia Tembus Pasar Tiongkok 

(resna|nonstopnews.id)

NONSTOPNEWD.ID, Soetta - Buah Manggis Indonesia berhasil tembus pasar Tiongkok setelah ditangguhkan selama 5 tahun. Launching perdana ekspor buah Manggis dilakukan pada Kamis, 18 Januari 2018 melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). 

Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini menyampaikan, sebelumnya buah Manggis Indonesia sudah di ekspor namun tidak langsung menuju Tiongkok, melainkan transit di Bangkok terlebih dahulu. Sehingga negara transit mendapatkan nilai tambah dari ekspor buah Manggis ini. 

"Mereka larang masuk langsung dari Indonesia tapi ambil dari Malaysia, Vietnam, Thailand sehingga nilai tambah dikantongi negara perantara, bukan kita" ucapnya, Kamis (18/01/2018).

Lanjutnya, kondisi diskriminatif yang terjadi pada buah manggis di Tiongkok dan dilaporkan Kementerian Pertanian  melalui Badan Karantina Pertanian ke Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) tanggal 27-28 Oktober 2016 di Genewa. Setelah melewati negosiasi yang panjang, akhirnya pada tanggal 11 Desember 2017, Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian RI dan Otoritas karantina China (Administration of Quality Supervision, Inspection and Quarantine of the Peoples Republic of China/AQSIQ) menandatangani kesepakatan protokol Manggis.

"Protokol manggis ini menyusul protokol sarang burung walet dan salak yang telah lebih dahulu sukses meluncur ke negeri Bambu Kuning" katanya. 

Pada peluncuran pertama, sebanyak 1 Ton buah Manggis di kirim langsung ke Tiongkok. Didukung oleh PT Agung Mustika Selaras, Tangerang, selaku eksportir. 

Buah Manggis yang di ekspor ini berasal dari Subang yang sudah teregistrasi oleh Kementerian Pertanian. Proses sortasi dan pengemasan, dibawah pengawasan petugas karantina dari Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta. 

"Tentu untuk memastikan tidak terbawanya Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) berupa serangga hidup yang diantaranya adalah kutu putih (mealy bug), semut dan serangga hidup lainnya," jelasnya. 

Tiongkok meminta untuk sepanjang tahun 2018 ini sebanyak 2.000 Ton sebagaimana yang tercantum dalam protokol yang telah disepakati. Hal penting yang tertuang dalam protokol ekspor Manggis ke Tiongkok tersebut diantaranya adalah, kebun yang sudah teregistrasi, rumah kemas yang sudah teregistrasi dan bebas dari OPT seperti Lalat Buah (Fruit flies), Kutu Putih (Mealy Bugs), Kutu tempurung (Scale Insect).

Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Kemananan Hayati Nabati, Antarjo menambahkan, launching oerdana ekspor buah Manggi ini dilakukan menjelang Imlek. Lantaran permintaan menjelang Imlek yang cukup tinggi. 

"Biasanya bagi masyarakat Tiongkok pada perayaan Imlek pemesanan buah Manggis tinggi karena dianggap buah Manggis ini baik dan banyak manfaatnya. Jadi kami lauching sebelum Imlek," papar Antarjo. (Res)