Wali Kota Jakbar : Kinerja Sudin Bina Marga Paling Bobrok dan Lamban!

(man|nonstopnews.id)

KALIDERES - Anas Effendi, Wali Kota Jakarta Barat naik pitam dan menyebut kinerja jajaran Suku Dinas (Sudin) Bina Marga Jakarta Barat buruk dan lamban. 

Kebobrokan kinerja itu dilihatnya dari kondisi disepanjang Jalan Menceng, Kalideres, Jakarta Barat, yang saat ini dikuasai oleh para warga setempat membangun hunian liar, serta permukaan jalan yang rusak parah.

"Perbaikkan Jalan Menceng saja sampai saat ini belum juga terealisasi. Bagaimana kondisi di jalan yang lain. Mungkin sudah penuh sama bangunan hunian warga, PKL (Pedagang Kaki Lima). Pembangunan jalan di Jalan Menceng, seharusnya telah dikerjakan sejak tahun 2016. Tapi sampai sekarang belum dilaksanakan. Ini Sudin Bina Marga bikin kecewa. Paling bobrok, malah lamban kinerjanya," tegas Anas kepada awak media, Rabu (16/5/2018).

Anas khawatir, di lahan yang telah dibebaskan oleh PT Sarana Jaya dan resmi milik pihak dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ini dikuasai oleh warga. Maka, ia mendesak untuk proyek pembangunan jalan di Jalan Menceng dan juga di jalan lainnya, segera dilaksanakan.

"Pelebaran Jalan Raya Menceng ya dibutuhkan untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas. Itu baik pagi hingga sore hari, kemacetan terparah ya. Tak terelakkan lagi. Segera dibangun," ucap Anas.

Keluhan Anas ini, sesuai dengan kondisi Jalan Menceng saat ini. Berdebu, banyak lubang dan retakan jalan. Belum lagi bangunan dan parkiran liar di lokasi, nampak mewarnai kekumuhan di Jalan Menceng.

Pantauan Nonstopnews.id, kondisi jalan pun sempit. Menurut warga yang tinggal di sekitar jalan itu mengatakan, banyak warga yang tahu apabila di sepanjang jalan itu akan dilakukan pelebaran jalan, oleh pihak dari pemerintah setempat.

Namun, sudah dua tahun lebih, rencana terkait proyek pembangunan pelebaran jalan Menceng, tak terealisasi. Sehingga para warga saling sepakat akan membangun hunian serta lapak parkir dan PKL.

"Yah aji mumpung belum dibangun jalannya ya apa salahnya bangun lapak dagangan. Saya di sini (bibir Jalan Menceng) jualan buah Pepaya, Mangga, Jeruk, laku-laku saja sih. Ya kalaupun nanti mau dilebarin jalannya, tinggal pindah ya dari sini. Hahaha.. Habisnya lamban pihak dari pemerintah tuh. Punya duit engga sebenarnya buat bangun pelebaran jalan saja. Makanya itu warga di sini sepakat aja bareng bangun lapak dagangan kek, parkir kek, kan lumayan," papar Kusno (39), warga setempat.

Warga lainnya, Arif (27), juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, lambannya kinerja di pihak pemerintah dalam melakukan pelebaran jalan di Jalan Menceng, menjadi momen tepat bagi warga untuk membangun hunian, bahkan membuka lapak dagangan dan parkir di jelang Bulan Suci Ramadan.

"Pengendara palingan kalau gak sempat buka puasa di rumah, buka puasa di pinggiran jalan. Makanya, besok rencana mau buka lapak juga jual minuman dingin, roti, gorengan juga paling pak. Lumayan berkah ramadan. Mumpun jalan ini belum dilebarin pemerintah. Sudah setahun dua tahunan lebih, rencana pelebaran jalannya enggak dilakuin. Enggak ada duitnya kali," ujar Arif.

Kondisi ini serupa juga terjadi di beberapa titik diantaranya Jalan Inspeksi Kali Grogol, Palmerah, di Jalan Inspeksi Kali Apuran, Cengkareng, dan puluhan titik lebih jalan yang belum terbalut aspal baru.

Mengenai hal ini, Kepala Suku Dinas (Kasudin) Bina Marga Jakarta Barat, Riswan Effendi pun tak menanggapi, baik via sambungan telepon ataupun via pesan singkat. (Man)