Penyitaan Aset WNA Disoal, JPU Tidak Pernah Minta Pemblokiran

suasan persidangan WNA di PN Jakut

Hayam Wuruk – Persidangan kasus dugaan pemalsuan pemilik saham yang dituduhkan kepada Warga negara Asing asal Norwegia, Morten Innaugh kembali digelar pada Senin(12/3/2018) kemarin. Kali ini, dalam persidangan hanya mendengar tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum.

Dimana terdapat beberapa point yang dipertanyakan oleh tim kuasa hukum Morten tentang pemblokiran aset milik PT.Bahari Lines Indonesia. Sehingga, berdampak pada aktivitas perusahaan itu.

Dalam surat tanggapan itu, Jaksa Penuntut Umum, Rezki Diniarty membacakan, bahwa pihak kejaksaan tidak pernah meminta untuk melakukan pemblokiran tersebut.

”Terhadap alasan keberatan yang disampaikan oleh saudara penasihat hukum terdakwa. Kami tegaskan bahwa pihak kejaksaan tidak pernah melakukan pemblokiran terhadap rekening PT. Bahari Lines Indonesia,” ujar Rezki.

Namun lanjut Rezki, bahwa terhadap aset-aset milik terdakwa Morten Innaugh(PT.Bahari Lines Indonesia) telah disita dan diblokir sebagaimana didalam berkas perkara terdapat penetapan penyitaan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor : 1483/Pen.Pid/2017/Pn.Jkt.Utr tertanggal 08 Agustus 2017.

Sementara itu, Kuasa Hukum Morten Innaugh, Diswan mengatakan, pihaknya sudah mengajukan pra-peradilan terkait pemblokiran rekening Bank PT.BLI yang dilakukan oleh penyelidik kasus tersebut.

“Kami mohon agar bisa dilakukan pembukaan blokir rekening bank. Karena pemblokiran tidak disertai dengan adanya penetapan dari pengadilan setempat. Sebagaimana yang sudah ditegaskan dalam eksepsi minggu lalu,” pungkasnya.(hw)