Bikin Baper! Nenek ini Tiap Hari Makan Singkong Mentah dan Tinggal  di Gubug Reyot

(ibc|nonstopnews.id)

LEBAK - Miris benar kehidupan yang dijalani oleh nenek bernama Muklikah (85) ini. Nenek renta warga Kampung Pasir Buntu, Desa Lebakpendeuy, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak ini, harus hidup sendiri selama 15 tahun di sebuah gubug reyot yang jauh dari kesan layak. Dengan kondisi tersebut, untuk makan sehari-hari, terkadang membuat nenek Muklikah hampir tak mengenal beras atau nasi untuk dimakan.

Ya, lantaran hidup dibawah garis kemiskinan, Muklikah tah sanggup untuk membeli beras, sehingga ia harus memakan singkong mentah untuk memenuhi isi perutnya, itupun jika beruntung kalau ada singkong yang dipetik kalau tidak ada, Muklikah terpaksa harus puasa.

Kabar ini mulai viral, saat terekam pada unggahan foto disebuah akun media sosial milik Eggi Ramadhan, salah satu penggiat sosial asal Kabupaten  Lebak. Muklikah nampak sedang duduk di dalam gubug reotnya. Berdinding bilik yang mayoritas sudah bolong itu, disanalah setiap hari Muklilah menjalani kehidupannya.

“Hidup sendiri selama 15 tahun dengan kondisi sama sekali tidak mampu, untuk makanpun sulit. Terkadang jika beruntung beliau makan singkong mentah, jika tidak ada singkong ia pun terpaksa puasa,” ungkap Eggi Ramadhan, kepada wartawan melalui pesan mesengger, Sabtu (10/2/2018).

Saat ini kata Eggy, berdasarkan pengakuan Muklikah kepadanya, belum pernah ada bantuan apapun dari pemerintah. Padahal, kehidupan Muklikah jauh dari kesan layak dan hidup dibawah garis kemiskinan.

Eggi berharap agar pemerintah segera cepat tanggap, mengingat ketimpangan sosial di Kabuaten Lebak belum hilang. Lantaran kata dia, saat ini masih banyak nasib serupa seperti yang dialami oleh nenek Muklilah.

“Saya berharap tidak ada lagi ketimpangan sosial di Kabupaten Lebak ini, pemerintah harus memprioritaskan nasib orang orang seperti nenek Muklikah,” kata aktivis yang gemar melakukan gerakan rehab rumah milik warga kurang mampu ini. (red/ibc)