WH : Bangun Banten Bukan Simsalabim Langsung Berubah

(dr|nonstopnews.id)

SERANG - Tak terasa, kepemimpinan duet Gubernur, Wahidin Halim dan wakilnya Andika Hazrumy sudah menginjak satu tahun. Dalam usia yang masih muda, banyak kalangan masyarakat yang berharap banyak adanya perubahan di wilayah Banten. 

Sebagian masyarakat, tampak melihat  sudah ada perubahan fundamental yang mulai mengarah kepada kemajuan Banten. Namun, tak sedikit pula yang menganggap, bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur bekerja lambat.

Menyikapi hal itu, Gubernur Banten, Wahidin Halim saat membuka acara Istighotsah, yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan MTQ ke 15 tingkat Provinsi Banten, di Masjid Raya Al Bantani KP3B, Serang, Senin (16/4/18) mengatakan, bahwa membangun Banten tidak semudah yang diduga oleh orang-orang selama ini. 

Menurutnya, persoalan mendasar adalah karena secara bersama-sama perlu merubah dan membangun paradigma.

"Meluruskan lagi paradigma (cara pandang orang terhadap lingkungannya dalam berpikir dan bersikap), mindset para pegawai, sumber daya lainnya, menata sistem  dan kondisi lainnya yang perlu ada perubahan bersama-sama dengan gerak pembangunan lainnya baik fisik maupun non fisik," kata WH.

WH juga menjelaskan, membangun Banten bukan sekedar semudah membalik telapak tangan. Ia pun mencontohkan niat baik Pemrov yang ingin sekira 2 juta warganya menikmati layanan pengobatan gratis, namun terkendala dengan polemik yang justru diarahkan ke faktor politis. Padahal, menurut WH sangat mudah, merealisasikannya.

“Membangun Banten ini tidak bisa simsalabim langsung berubah," tegas WH.

Dalam kesempatan Istighotsah ini, jamaah juga diajak khataman Al Qur’an sebanyak 30 Juz dan shalat Dhuha berjamaah dan berdzikir bersama dengan imam dan dipimpin langsung oleh ulama kharismatik, Abuya Muhtadi. Istighotsah ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Ranta Soeharta, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten, serta ribuan Aparatus Sipil Negara (ASN), para ulama dan santri. (dr)