Seru! Pertandingan Tinju Ayam di Gor Taman Jajan BSD Tangsel

Wasit tengah memimpin pertandingan tinju ayam di Gor Taman Jajan, BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (9/9/2017). (ari/nonstopnews)

NONSTOPNEWS.ID, Tangsel – Pertandingan tinju memang sangat menarik untuk disaksikan, namun ada yang unik dari pertandingan tinju yang satu ini, yakni pertandingan tinju ayam.

Berbeda dengan sabung ayam, pertandingan tinju ayam yang digelar di Gor Taman Jajan, Sektor 1.3 BSD Kota Tangerang Selatan ini, justru mewajibkan ‘atletnya’ untuk membungkus jalu yang ada pada kaki.

Dikatakan Ketua Panitia Kontes Ayam Laga, Fazrul Iswanda bahwa, pertandingan tinju ayam tersebut sudah kali kedua diadakan di Kota Tangerang Selatan, dan hingga saat ini susah terdapat puluhan peternak ayam kontes laga yang tergabung.

“Ini (kontes ayam laga, red) sudah kedua kali kami adakan, dibawah binaan Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPAKN) DPD Banten, dan kontes ayam laga ini, berbeda dengan pro atau yang biasa disebut sabung ayam, karena disini kita mempertandingkan ayam, dan bukan berjudi,” kata Fazrul saat ditemui di lokasi, Sabtu (9/9/2017).

Fazrul menambahkan, hal ini terbentuk didasarkan semata-mata, menggiring masyarakat pecinta ayam kontes, untuk bergabung dengan PPAKN dan menjadikan kegemaran akan ayam kontes untuk menghasilkan keuntungan.

“Kalau kami, selalu memberikan sosialisasi kepada masyarakat, bagaimana memelihara ayam agar tetap sehat, terhindar dari penyakit, dengan memberikan penyuluhan tentang pemberian vaksin yang benar, sehingga ayam yang mengikuti kontes memiliki nilai jual yang tinggi sehingga nantinya turut mendongkrak penghasilan para peternak ayam kontes,” tambahnya.

Sama halnya dengan yang dikatakan Ketua PPAKN DPD Banten, Tarmizi. Pria yang biasa dipanggil Mizi tersebut menyatakan, saat ini pihaknya sudah memiliki lima Pengurus Cabang (Pencab), yakni Pengcab Kota Tangerang Selatan, Pengcab Kota Tangerang, Pengcab Kabupaten Tangerang, Pengcab Kota Serang, dan Pengcab Kabupaten Lebak.

Baca juga:   Sachrudin Apresiasi Terbentuknya Perkumpulan Penghobi Ayam di Kota Tangerang

“Disetiap Pengcab diadakan kegiatan serupa, setiap tiga bulan sekali. Hal itu, guna mengarahkan masyarakat dari judi sabung ayam, menjadi Kontes Ayam Laga, yang sistem pertandingannya, jauh berbeda dengan sabung ayam, dimana ayam sering dilukai, bahkan sampai mati,” tutur Mizi.

Kontes Ayam Laga, tambahnya, mewajibkan jalu ayam untuk ditutup dan tidak menyakiti ayam tersebut. Sistem penilaiannya tidak jauh berbeda dengan kejuaraan pencak silat, tinju dan aliran sejenis, yakni setiap pukulan yang memiliki efek ke lawan, berpoint lima, sementara pukulan-pukulan yang sekedar menyentuh badan lawan, hanya berpoint satu.

“Pertandingannya juga memakai wasit, jadi bagaimana keputusan wasit dan juri dalam memutuskan pemenang,” pungkasnya.

Disetiap babak, terdapat tiga ronde untuk bertanding. Dalam setiap ronde juri dan wasit memberikan 20 menit untuk pertandingannya. Untuk kelas-kelas yang dipertandingkan pun, terbagi menjadi tiga kelas, yakni Kelas Premium, Kelas Platinum, dan Kelas Titanium, yang berhadiah Televisi, Handphone, Piagam dan Piala yang bekerjasama dengan produsen jamu kesehatan khusus untuk ayam kontes. (ari)

Bagikan:
x

Check Also

Sachrudin Apresiasi Terbentuknya Perkumpulan Penghobi Ayam di Kota Tangerang

NONSTOPNEWS.ID, Tangerang – Wakil Walikota Tangerang, Sachrudin turut hadir dalam pelantikan dan sosialisasi perkumpulan penghobi ...

Kota Tangerang Bentuk Perkumpulan Penghobi Ayam

NONSTOPNEWS.ID, Tangerang – Kabar gembira bagi para pencinta dan penghobi ayam di wilayah Kota Tangerang. ...