WOW! Tersisa 2 Bulan, Hibah Rp 16 Miliar ke BPN Tak Masuk Akal

WOW! Tersisa 2 Bulan, Hibah Rp 16 Miliar ke BPN Tak Masuk Akal (Ilustrasi : Net)

TANGSEL - Dana pendampingan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang diajukan oleh Kantor Agraria, Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kepada Pemerintah Kota Tangsel, senilai Rp 16 Miliar terkesan tak masuk akal.

Hal itu disampaikan sebagai catatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangsel, saat pembacaan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan, Senin (24/9/2018) kemarin.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel, Muhammad membenarkan bahwa BPN Tangsel mengajukan dana pendampingan melalui proposal.

"BPN  Rp16 milyar, tanya aja BPN biar gampang, biar detail, biar sama," katq Muhammad saat ditemui usai Rapat Koordinasi Pengesahan Raperda APBD-P, di Kantor DPRD Tangsel.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari salah seorang Sumber, salah satu catatan diberikan terhadap proposal yang disampaikan oleh BPN Tangsel tersebut.

"Diperubahan ini hibah Rp 16 milyar Pemkot Tangsel kepada BPN, itu untuk menunjang kebijakan Pemerintah Pusat terkait masalah PTSL (untuk sertifikasi), jumlahnya 16 Milyar," kata Sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

"Tetapi kemudian ternyata di dalam (proposal) menambah Rp 16 Miliar itu. Rp 9 Miliar itu digunakan untuk pembangunan Depo Arsip (gudang) untuk berkas-berkas sertifikat dan seterusnya," tambahnya.

"Nah kalau bangun gudang dikasih duitnya Rp 9 Miliar dari Rp 16 Miliar itu, dengan hanya waktu yang hanya dua bulan, tidak masuk logika tidak tercanangkan," pungkasnya.

Sementara itu, saat hendak mengkonfirmasi terkait dana hibah kepada BPN Tangsel, yang bersangkutan belum dapat ditemui. (ak/red)