WOW! Cisauk Sudah Jadi Kota, Pembebasan Lahan Fly Over Capai Rp 9 Juta Per Meter

WOW! Cisauk Sudah Jadi Kota, Pembebasan Lahan Fly Over Capai Rp 9 Juta Per Meter (Mn-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Kemacetan di jalan raya Cisauk yang makin menggila membuat pemangku kepentingan putar otak menyelesaikan daerah yang kini sudah menjadi kota. Daerah yang kini menjadi pintu masuk arus lalu lintas dari Bogor dan sekitarnya menuju kawasan bisnis dan perkantoran macam BSD dan Summarecon, dikenal makin padat traffic kendaraannya.

Hal itu terungkap saat Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (DPPP) Kabupaten Tangerang lakukan diskusi bersama warga di kantor Kecamatan Cisauk, Selasa (24/12/2019). Diskusi membahas  negosiasi biaya ganti rugi tanah dan bangunan bersama untuk pembangunan fly over Cisauk pada 2020 mendatang.

Kepala Bidang Pemakaman dan Pertanahan pada Dinas Perkim Kabupaten Tangerang, Dadan Darmawan mengatakan, ganti rugi bagi warga yang tanah dan bangunanya terkena dampak pembangunan fly over cisauk nanti.

Menurut Dadan, setiap warga rata-rata mendapatkan biaya ganti rugi sebesar Rp9 Juta sampai Rp9,5 Juta per meternya. Kata Dadan, itupun hanya biaya tanah kosong belum termasuk biaya ganti rugi bangunan dan tanamannya. Dadan mengatakan, yang menilai biaya ganti rugi untuk warga, bukan dari pihak Perkim, melainkan dari pihak apraisal atau yang memenangkan proyek pembangunan tersebut, sementara Perkim Kabupaten Tangerang hanya membantu menyampaikan kepada masyarakat.

“Yang menilai itu merupakan tim dari apraisal dari pusat. Ternyata kajian mereka dilapangan, minimal pemilik tanah mendapatkan ganti rugi Rp9,1 juta sampai Rp9,5 juta per meternya, itu belum termasuk nilai ganti rugi bangunan dan tanaman atau benda lainnya yang ada diatas tanah tersebut,” kata Dadan kepada Wartawan.

Menurut Dadan, pemilik tanah yang terkena dampak pembangunan fly over cisauk jelas sangat diuntungkan dan tidak akan dirugikan. Dia juga mengatakan, setelah fly over cisauk ini dibangun, secara otomatis akan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Pasalnya, setelah dibangunnya fly over, sudah pasti nanti harga tanah disekitar akan naik.

“Jadi sipemilik tanah ini diuntungkan dengan adanya ganti rugi ini. Ditambah jika ini sudah terjadi atau sudah dibangun nilai tanah pasti akan lebih tinggi lagi. Untuk warga yang terkena dampak pembangunan Kurang lebih ada 70 KK yang terdiri dari Desa Sampora, Desa Cibogo, dan Kelurahan Cisauk,” tambahnya.

Menurut Dadan, walaupun fly over ini dibangun langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tetapi sejalan dengan visi misi Bupati Tangerang dalam program kerja 2018-2023 yang ingin menciptakan Kabupaten Tangerang bebas macet.

Dia juga berharap, pembangunan fly over cisauk bisa berjalan dengan lancar dan masyarakat bisa mendukung hal itu, karena pembangunan ini jelas untuk kepentingan masyarakat.

“Pro dan kontra hal yang wajar, memang ada sedikit yang kontra, tetapi banyak juga yang menerima dengan NJOP yang ada. Insya Allah warga semua akan merespon dengan positif, perlu diketahui bahwa pembangunan fly over ini jelas untuk kepetingan kita semua dalam mewujudkan tangerang bebas macet,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Cisauk Fachroul Rozi menambahkan, bila ada warga yang belum setuju, sebaiknya disampaikan dengan sesuai prosedur. Menurut dia, sah-sah saja bila warga memiliki harga yang diinginkan sendiri, tetapi Pemerintah juga memiliki aturan sendiri.

“Sah-sah saja bilamana warga mengajukan harga lain, tetapi pemerintah punya aturan sendiri. Nanti akan kita sampaikan dulu kepada pimpinan, namanya juga kan hari ini musyawarah harga,” harapnya

Sebelumnya sempat diberitakan bahwa Kementrian PUPR akan membangun fly over cisauk dengan panjang 525 meter dan lebar 25 meter.(Mn)