Wow, BUMD PDAM TKR Raih Peringkat 2 Nasional Pelayanan Terbaik

Wow, BUMD PDAM TKR Raih Peringkat 2 Nasional Pelayanan Terbaik (Nonstopnews.id)

TANGERANG - Jelang Peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten (HUT) ke-75 kado manis diberikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Tangerang yang tergabung dalam Perusahan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (PDAM TKR) memperoleh penghargaan pelayanan terbaik tingkat nasional yang di keluarkan olah 
Badan Peningkatan Penyelengaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Pusat. 

Penilaian resmi  ini juga  Berdasarkan laporan evaluasi kinerja dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), sehingga PDAM TKR dianggap baik secara keuangan, pelayanan, SDM serta operasional perusahaan. 

Prestasi ini merupakan peningkatan yang signifikan bila dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menduduki peringkat 8 nasional, namun pada tahun ini prestasi PDAM TKR melonjak drastis. 

“Alhamdulilah ini berkat kerja keras dari sleuruh stake holder yang ada di PDAM TKR sehingga raport kami di BPPSPAM terus meningkat. Tahun lalu kami berada di peringkat 8 dan tahun ini menjadi peringkat kedua,”ujar Direktur Utama  PDAM TKR Rusdy Machmud saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (5/12/2018).

Rusdy mengaku sebenarnya bukan peringkat  yang menjadi kejaran dari PDAM TKR,  namun memberikan layanan terbaik kepada pelanggan serta mewujudkan PDAM TKR menjadi perusahaan yang sehat merupakan komitmen utama dari direksi, badan pengawas serta seluruh pegawai yang ada di PDAM TKR dari waktu ke waktu.

“Peringkat bagi kami jadikan reward atas kerja keras semua pihak untuk menjadikan PDAM TKR menjadi perusahaan yang sehat sehingga bisa memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Rusdy.

Dalam kesempatan itu Rusdy menjelaskan, untuk menjadikan PDAM TKR sebagai perusahaan yang sehat tersebut pihaknya terus melakukan perbaikan di beberapa aspek keuangan, pelayanan, operasional serta sumber daya manusia.

“Alhamdulilah tenryata 4 aspek yang kami coba perbaiki seperti aspek keuangan, pelayanan, operasional serta sumber daya manusia ternyata menjadi indicator bagi BPPSPAM untuk menetapkan sehat tidaknya PDAM,” jelasnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PDAM TKR Samsudin menambahkan tentunya dengan peningkatan peringkat ini menjadi tidak lantas membuat pihaknya berpuas diri. Peringkat ini justru menjadi tantangan bagi seluruh jajaran direksi, badan pengawas serta pegawai PDAM TKR untuk bisa mempertahankan bahkan meningkatkan terus kinerjanya.

“Kami bersyukur dengan peringkat yang kami raih ini. Namun hal ini menjadi tantangan kami untuk bisa mempertahankannya bahkan terus meningkatkannya,” jelasnya.

Sebelumnya Ketua BPPSPAM  Bambang Sudiatmo mengatakan ditahun ini ada 223 PDAM atau 57% dari 374 PDAM di Indonesia dianggap berkinerja sehat. Penilaian tersebut dilakukan demi melihat dan mengukur tingkat kinerja manajemen, efisiensi dan efektivitas pengelolaan PDAM.  

Bambang berharap dengan semakin bertambahnya PDAM sehat diharapkan bisa mendorong pencapaian target layanan air bersih 100% pada tahun 2019 sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015—2019 dan Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030.

“Di tahun 2017, capaian layanan air layak minum di Indonesia baru mencapai 72% atau pemenuhannya masih kurang 28%,” pungkasnya. 

Bambang mengatakan beberapa faktor berpengaruh pada naik turunnya kinerja PDAM adalah tingkat kehilangan air (Non Revenue Water), efektivitas penagihan dan pelayanan air 24 jam, penerapan tarif secara full cost recovery, peningkatan jam operasi pelayanan, peningkatan efisiensi produksi, peningkatan konsumsi air, penggantian meter air, peningkatan cakupan dengan kerjasama investasi, dan peningkatan kompetensi SDM.

Untuk kenaikan kinerja beberapa PDAM tahun 2018, Bambang mengatakan salah satunya didukung oleh bertambahnya jumlah PDAM yang meningkatkan jam operasional pelayanan meskipun tantangannya adalah efisiensi energi.  

Selain efisiensi produksi, peningkatan kinerja PDAM juga dapat dilihat dari adanya peningkatan konsumsi air baku oleh masyarakat, yang menandakan kepercayaan masyarakat terhadap air minum dari PDAM terus meningkat.

“Yang tidak kalah penting adalah peningkatan kompetensi SDM dalam pengelolaan air minum,” pungkas Bambang. (red)