Warganet Kecam RSUD Kota Tangerang, Spanduk Diskriminatif Dicopot

Warganet Kecam RSUD Kota Tangerang,  Spanduk Diskriminatif Dicopot
Warganet Kecam RSUD Kota Tangerang,  Spanduk Diskriminatif Dicopot
(Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Sudah menjadi kewajiban bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSU) Kota Tangerang untuk melayani warganya soal kesehatan tanpa melihat latar belakang suku, agama dan golongan. Namun tidak rupanya, kali ini warganet di Twiter ramai-ramai mengkritik dan mengecam spanduk imbauan pasien ditunggui mahram yang diterapkan di RSUD Kota Tangerang.

Pasca dikritik, pihak RSUD Kota Tangerang pun langsung mencopot spanduk yang terpampang di area lift lantai 1 itu.     

Seperti diketahui, RSUD Kota Tangerang berhasil meraih sertifikasi Rumah Sakit Syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia pada Maret 2019.

Dalam spanduk itu tertulis diawali dari judul "Rumah Sakit Sesuai Prinsip Syariah" dengan menyematkan pesan, "Dalam rangka menghindari khalwat dan ikhtilath, penunggu pasien wanita seyogyanya adalah wanita,  penunggu pasien pria seyogyanya adalah pria. Kecuali penunggu pasien adalah keluarga (mahramnya)."

Spanduk itu viral di media sosial pada Minggu (9/6/2019). Komentarnya pun beragam. Netizen menganggap bahwa spanduk itu bersifat diskriminatif. Seperti yang diutarakan Sudarno Silaban.

"Hidup kok mau dalam kotak-kotak sih. Dan namanya RSUD itu seharusnya tidak akan melihat latar belakang agama. Kalo sudah begini pasti akan membuat warga yang ga syariah akan merasa bagaimana gitu," ujarnya dalam akun Twitter @Sudarno_Silaban yang dilihat Selasa (11/6/2019).

Senada dengannya, Feri Latief juga menyampaikan, "Cerita sedih di hari lebaran: RSUD yang seharusnya menjadi akses publik secara umum, dijadikan rumah sakit syariah secara pihak. Diskriminatif," tulisnya dalam akun @feri_latief.

Sementara warganet lainnya, Pia menuturkan, "terus nanti kalo tiba-tiba anak rantau kayak gue sakit sekarat abis itu yg bisa bantu tolong bawa ke RS cuma temen cowok, eh ga bisa diterima karena beda lawan jenis. Abis itu gua keburu mati karena masalah syariah," tulis Pia dalam akun @binhnbin.

Setelah viral, spanduk itu pun langsung dicopot oleh pihak RSUD Kota Tangerang. Kepala Humas RSUD Kota Tangerang Lulu Faradis mengatakan, spanduk telah dicopot pada Senin (10/6/2019) siang. Alasan pencopotan dilakukan karena kalimatnya kurang tepat.

"Sudah dicopot dari kemarin siang. Jadi kami turunkan dulu plangnya karena masyarakat sekecil apapun yang berbau SARA itu pasti cepet naiknya," ujarnya.

Ia mengatakan alasan pemasangan dilakukan karena menyampaikan pesan "mahram" sebagaimana ketentuan dari Majelis Syuro Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI).

"Karena kan memang ada ketentuan dari MUKISI untuk menginformasikan tentang perbedaan gender tersebut," tuturnya. (Dens)