Warga 'Nangis Darah' Nunggu Bantuan, 26 Milyar Rupiah Bansos Dari APBD Tangsel Untuk Siapa?

Warga 'Nangis Darah' Nunggu Bantuan, 26 Milyar Rupiah Bansos Dari APBD Tangsel Untuk Siapa? (Kepala Dinsos Tangsel, Wahyunoto Lukman/kb)

NONSTOPNEWS.ID - Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) berupa Bantuan Sosial (Bansos) pada Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020, untuk masyarakat terdampak kebijakan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) belum juga dipergunakan. 

Padahal, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tangsel telah diberlakukan untuk ke tiga kalinya.

Kepala Dinsos Tangsel, Wahyunoto Lukman, menerangkan sebab belum digunakannya anggaran tersebut. Bahkan hingga 14 hari kedepan dalam masa PSBB tahap tiga, dirinya masih belum tahu akan direalisasikan pada siapa Bansos tersebut.

“Belum diserap. Semua keluarga rentan yang perlu diberi Bansos atas usulan Rt/Rw, Lurah, Camat sudah tercover oleh Bansos presiden melalui Kementerian Sosial (Kemensos), dan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Banten, tidak boleh duplikasi atau diintervensi lagi dengan Bansos dari APBD Tangsel. Untuk Bansos dari APBD, direalisasikan kepada siapa?, semua sudah tercover,” ujarnya, melalui pesan WhatsApp, Kamis (4/6/2020).

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Aderah (BPKAD) Kota Tangsel, Warman Syanudin, menyampaikan mengenai serapan BTT penanganan Covid-19 Pemkot.

Hingga kini, anggaran BTT yang diusulkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Tangsel telah mencapai 42 milyar, dari total 151 milyar.

“BTT untuk penanganan Covid-19 yang sudah disampai oleh OPD total 42 miliar. Perinciannya Dinas Kesehatan 7 milyar, Dinas Perumahan dan Permukiman 2,5 milyar, Dinas Lingkungan Hidup 900 juta, Satuan Kepolisian Pamong Praja 2 milyar, per Kecamatan sekitar 200 jutaan, Dinas Perhubungan 1,5 miliar. Nah terkait dengan itu kan, ada PSBB perpanjangan sampai 14 Juni,” tuturnya, Selasa (2/6/2020) kemarin.

Sementara, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel yang berperan dalam pendampingan penggunaan anggaran BTT untuk penanganan Covid-19 oleh Pemkot Tangsel, menyampaikan bahwa hanya ada lima OPD yang mengusulkan pendampingan penggunaan anggaran BTT.

Khusus BTT Bansos pada Dinsos Tangsel, Kepala Seksi Perdata dan Tatat Usaha Negara (Seksi Datun), Siti Barokah, membenarkan bahwa BTT Bansos memang belum dipergunakan sama sekali.

“Dinsos, dari anggaran yang diajuin 26 milyar belum di apa-apain. Kenapa belum di apa-apain?, karena Tangsel sendiri Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Non DTKS masih tercover Kemensos dan Pemprov. Jadi sampai sekarang untuk anggaran di Dinsos belum digunakan, masih 0 persen. Mungkin nanti setelah selesai dari Kemensos atau Pemprov dipake,” pungkasnya, beberapa waktu lalu, di Kantor Kejari Tangsel, Jalan Promoter BSD City, Serpong. 

Diketahui, uluran bantuan sosial masih banyak ditunggu oleh warga. Salah satunya, Udin warga Paku Jaya, Serpong Utara ini. Ia mengaku belum pernah sekali pun mendapat bantuan. Ia masih berharap ada bantuan dari pemkot, karena dirinya menjadi korban imbas adanya pandemi ini.

"Penghasilan saya hanya jadi penjaga keamanan yang gajinya jauh dibawah upah minimum kota (UMK). Istri jualan juga sudah engga. Masa perlu nangis darah baru dikasih," ungkapnya lirih saat ditemui, Kamis (4/6/20). (kibo)